SUBALI SAPIRA, Inovasi DKPP Purworejo Dongkrak Produktivitas Sapi
- 24 Jul 2026 10:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus memperkuat pendampingan peternak melalui inovasi daerah SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat). Program ini menyasar penurunan gangguan reproduksi dan peningkatan produktivitas sapi potong di Purworejo.
Kepala DKPP Kabupaten Purworejo Bagas Adi Karyanto mengatakan, SUBALI SAPIRA menjadi strategi konkret untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui pendampingan teknis berkelanjutan. "SUBALI SAPIRA kita hadirkan bukan hanya sebagai program, tapi sebagai gerakan bersama," ujar Bagas saat dikonfirmasi pada Jumat, 24 Juli 2026.
"Dengan ilmu, data, dan pendampingan langsung ke kandang, kita ingin memastikan sapi rakyat Purworejo benar-benar subur kembali dan produktif. Ini sekaligus mendukung swasembada daging dan kesejahteraan peternak," katanya.
Implementasi terbaru digelar melalui Bimbingan Teknis Eksternal di Desa Kedungpomahan Kulon, Kecamatan Kemiri. Kegiatan diikuti 8 kelompok peternak dengan total sekitar 40 ekor sapi penerima bantuan.
Materi utama disampaikan drh. Zain Amri dengan topik Reproduksi Sapi Betina. Fokusnya pada pengamatan birahi tepat, penanganan induk menjelang dan pasca melahirkan, serta pencegahan penyakit reproduksi.
"Tiga isu kunci yang dibahas bersama peternak yakni persiapan kelahiran, kandang nyaman beralaskan jerami kering, tanda lendir bening dan ketuban pecah harus segera ditangani. Idealnya proses melahirkan selesai dalam 1 jam,” ujarnya.
Yang kedua, yakni penanganan kembung. “Peternak dibekali teknik awal dan penggunaan obat kembung yang didistribusikan DKPP dan ketiga pencegahan prolaps uteri/broyong, dijelaskan penyebab dan cara pencegahan pada sapi pasca beranak," jelasnya.
Sebagai dukungan, peternak menerima buku saku pemeliharaan sapi betina berisi materi pakan, deteksi birahi, dan format pencatatan pengobatan serta IB. Paket obat oral berupa obat cacing, vitamin B kompleks, obat diare, obat kembung, dan desinfektan juga dibagikan.
Selain Bimtek, SUBALI SAPIRA mengedepankan aksi lapangan cepat. Tim teknis DKPP melakukan pemeriksaan kebuntingan, pemeriksaan organ reproduksi, dan penanganan gangguan reproduksi kurang dari 24 jam setelah laporan masuk.
"Tujuannya agar pelayanan IB tepat waktu dan tepat mutu. Sapi betina produktif bisa segera bunting kembali, sehingga angka kelahiran dan populasi ternak terus meningkat," ujar Bagas.
Inovasi ini sejalan dengan UU No. 18 Tahun 2009 jo UU No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Permentan No. 17 Tahun 2020, serta mendukung target kinerja sesuai Keputusan Bupati Purworejo No. 964 Tahun 2024. DKPP menargetkan kombinasi Bimtek dan aksi lapangan mampu menekan kasus gangguan reproduksi, meningkatkan pengetahuan peternak, dan mewujudkan kesejahteraan peternak di Kedungpomahan Kulon dan wilayah lain.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....