Perhutani Telawa Perkuat Kemitraan Pesanggem Dukung Penanaman Jati Plus 2026
- 24 Jul 2026 09:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID Boyolali–Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperkuat kemitraan dengan pesanggem sebagai upaya mendukung keberhasilan program penanaman Jati Plus Perhutani seluas 16,2 hektare di Petak 82c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Penguatan kemitraan tersebut dilakukan Kamis, 23 Juli 2026 sebagai langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan tanaman tahun 2026 berjalan optimal sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan negara.
Petak 82c merupakan salah satu kawasan yang dikelola melalui skema Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP). Melalui pola tersebut, pesanggem diberi kesempatan memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman sela atau agroforestri, namun tetap memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, pertumbuhan, dan keberlangsungan tanaman kehutanan yang ditanam Perhutani.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Perhutani terus membangun komunikasi dan pembinaan kepada para pesanggem. Selain menyampaikan rencana persiapan penanaman Jati Plus Perhutani tahun 2026, pembinaan juga diarahkan agar seluruh mitra memahami hak, kewajiban, serta aturan pemanfaatan kawasan hutan sehingga pengelolaan hutan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Administratur KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong, Siswanto, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan hutan. Menurutnya, kemitraan yang telah terjalin selama ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar hutan.
"Melalui kegiatan ini, Perhutani ingin memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin baik dengan para pesanggem dan Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo. Dengan dibukanya lahan yang telah dikerjasamakan melalui kemitraan Perhutani bersama elemen masyarakat yang ditampung dalam Koperasi Produsen ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan," ujar Siswanto.
Ia menjelaskan, keberhasilan penanaman Jati Plus Perhutani sangat bergantung pada sinergi antara Perhutani dan pesanggem. Oleh karena itu, masyarakat yang memperoleh hak menggarap lahan juga diharapkan ikut menjaga, merawat, dan mengamankan tanaman kehutanan agar dapat tumbuh dengan baik hingga memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi pada masa mendatang.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karengan, Eko Setyono, menambahkan seluruh anggota Koperasi Produsen dan pesanggem diharapkan terus menjaga kondusivitas kawasan hutan dengan mencegah perambahan, kebakaran hutan dan lahan, serta mematuhi seluruh ketentuan dalam pemanfaatan kawasan hutan negara. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan hutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestariannya.
Sementara itu, salah seorang pesanggem, Mbah Budi, mengaku keberadaan program kemitraan Perhutani telah membantu meningkatkan penghasilan masyarakat melalui pemanfaatan lahan untuk tanaman palawija. Ia menegaskan para pesanggem siap mendukung program penanaman kehutanan yang dijalankan Perhutani.
"Kami siap mematuhi aturan yang berlaku serta menjaga dan merawat tanaman kehutanan Perhutani di Petak 82c ini agar hutan tetap terjaga baik serta masyarakat juga merasakan penghasilan dengan tanaman palawija jagung," kata Mbah Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....