Program Gemar Ikan Tekan Stunting Ngurensiti
- 07 Agt 2026 19:00 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Stunted Tinggi, Desa Ngurensiti jadi Sasaran Safari Gemarikan
RRI.CO.ID, Pati - Kasus stunting di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah. Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar program Gemar Makan Ikan sebagai stimulus penanganan gizi anak di desa tersebut.
Anggota Komisi IV DPR RI H Firman Soebagyo SE MH menegaskan Desa Ngurensiti dipilih karena memiliki tingkat stunting lebih tinggi dibanding desa lain di sekitarnya. Program Gemar Makan Ikan disebut sebagai bentuk motivasi awal, bukan solusi tunggal yang bisa langsung menurunkan angka stunting secara instan.
"Kemar Makan Ikan ini merupakan program dari Komisi Empat bersama Pemerintah KKP untuk memberikan motivasi, stimulus sebetulnya. Namun yang dihadapi masyarakat itu adalah daya beli, karena masalah kemampuan masing-masing," ujarnya.
Firman menambahkan, ibu rumah tangga di desa tersebut memiliki keterbatasan daya beli untuk mengakses ikan sebagai sumber protein. Ia mendorong kepala desa memanfaatkan program budi daya ikan dan ternak ayam petelur sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan gizi.
Kepala Desa Ngurensiti Kecamatan Wedarijaksa Indra Prasta Radika mengungkapkan jumlah anak stunting di wilayahnya masih signifikan meski bantuan sudah mulai disalurkan bertahap kepada warga terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan safari Gemar Makan Ikan yang menyasar langsung desa dengan kasus stunting tinggi.
"Karena desa kami, kebetulan banyak terjadi kasus stunted. Data sementara yang kami terima kurang lebih ada 35 anak yang stunted dan 3 barusan sudah terima," kata Kades Ngurensiti.
Kader PKK Desa Ngurensiti Sriyati menjelaskan jumlah anak stunting tahun ini justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya di desa tersebut. Ia berharap bantuan ikan dapat mendorong kreativitas ibu-ibu mengolah menu bergizi yang menarik selera anak-anak.
"Kondisi stunted di desa Ngurit Siti tahun ini lumayan cukup banyak daripada tahun kemarin sekitar 33 anak. Semoga dengan bantuan ini bisa meningkatkan kreasi ibu-ibunya untuk bisa mengolah ikan dengan kreasi yang menarik anak-anak," ujarnya.
Firman turut menyoroti dugaan penyimpangan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia temukan langsung saat kunjungan ke lokasi penyaluran. Ia meminta media dan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut agar tidak menyimpang dari standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sinergi antara program legislatif, pemerintah desa, dan kader PKK diharapkan mampu menekan angka stunting di Ngurensiti secara berkelanjutan ke depannya.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....