Pemkab Batang Siapkan Masterplan Perhutanan Sosial Berbasis Potensi Lokal
- 21 Jul 2026 14:56 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Batang menyusun Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial sebagai pedoman pengembangan kawasan hutan yang terpadu dan berkelanjutan.
- Dokumen strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan berbasis potensi lokal.
- Penyusunan masterplan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, Kelompok Tani Hutan (KTH), dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
RRI.CO.ID, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyusun Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial sebagai pedoman pengembangan kawasan hutan berbasis potensi lokal. Dokumen strategis tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan perhutanan sosial yang terpadu, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Penyusunan masterplan diawali melalui kegiatan Kick Off yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida, Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pendekatan Integrated Area Development (IAD) mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan dalam pengembangan suatu kawasan. Melalui pendekatan tersebut, potensi wilayah diharapkan dapat dioptimalkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur PUPUK Surabaya, Herri P mengatakan, penyusunan Masterplan IAD merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun tata kelola perhutanan sosial yang lebih terarah. Menurutnya, pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak.
"PUPUK meyakini bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui pendekatan Integrated Area Development, seluruh potensi desa, kelompok perhutanan sosial, pemerintah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta dipertemukan dalam satu arah pembangunan yang sama. Masterplan ini diharapkan menjadi peta jalan yang mampu memperkuat kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan," ujarnya.
Herri menambahkan, Kabupaten Batang memiliki potensi besar untuk mengembangkan agroforestri, hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan berbagai usaha berbasis masyarakat. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai pengembangan komoditas unggulan, penguatan kelembagaan KTH dan KUPS, pengembangan usaha masyarakat, hingga perluasan akses pasar. Sinergi lintas sektor juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi masterplan.
Perwakilan KUPS Ganesa Mulia 3, Aida, mengapresiasi pelibatan kelompok masyarakat, termasuk kelompok perempuan, dalam penyusunan dokumen tersebut. Ia berharap masterplan yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata.
"Kami merasa senang karena kelompok perempuan diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan potensi yang kami miliki. Harapan kami, masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang mendukung pengembangan usaha KUPS, peningkatan kapasitas anggota, serta membuka akses pasar bagi produk-produk kami," ujarnya.
Melalui penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial, Pemerintah Kabupaten Batang berharap lahir pedoman pembangunan kawasan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dokumen tersebut juga diharapkan memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas kolaborasi multipihak untuk mewujudkan perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....