Cari Obat Kini Lebih Mudah, Dinkes Kota Semarang Hadirkan Aplikasi Pharma City
- 15 Jul 2026 21:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang meluncurkan aplikasi Pharma City untuk memudahkan masyarakat mencari obat. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengetahui ketersediaan obat secara real time di apotek, puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
Inovasi yang digagas Kepala Instalasi Farmasi Dinkes Kota Semarang, Indah Mayangkarti itu diluncurkan pada Rabu, 15 Juli 2026 . Dinkes mengklaim Pharma City menjadi aplikasi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan informasi stok obat dari berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan aplikasi tersebut lahir dari keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh obat sesuai resep dokter. Tidak sedikit pasien harus berpindah-pindah apotek karena stok obat yang dibutuhkan kosong.
"Jadi (aplikasi) ini cita-cita kami sejak tahun lalu karena masih ada masyarakat yang merasa tidak puas. Misal ketika dia sudah pergi ke dokter, ternyata obat yang diresepkan tidak ada," katanya.
Menurut Hakam, konsep Pharma City belum diterapkan di daerah lain di Indonesia. Dari penelusurannya, sistem serupa baru ditemukan di Kota Hainan, Tiongkok.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek ketersediaan obat di 446 apotek, puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Kota Semarang. Informasi yang ditampilkan diperbarui secara berkala oleh masing-masing fasilitas kesehatan.
"Konsep yang kita bangun hari ini belum ada di Indonesia. Di global tadi saya browsing baru ada di Kota Hainan, Tiongkok," ujarnya.
Hakam mengakui pengembangan Pharma City bukan pekerjaan mudah karena melibatkan ratusan fasilitas kesehatan. Seluruh pengelola layanan kesehatan dituntut disiplin memperbarui data stok obat agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat.
Selain membantu masyarakat, aplikasi tersebut juga mendukung pengelolaan distribusi obat. Dinkes dapat memetakan jenis penyakit yang dominan di setiap wilayah sehingga penyediaan obat menjadi lebih tepat sasaran.
"Kami juga bantu mapping-kan kelurahan atau kecamatan yang paling banyak orang-orang sakitnya apa, jadi obat yang disimpan apotek bisa lebih fast moving. Jangan sampai stok obat yang mahal justru mandek karena tidak dibutuhkan masyarakat setempat," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan selama ini masyarakat hanya dapat mengetahui stok obat di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Kehadiran Pharma City membuat informasi ketersediaan obat di apotek swasta kini juga dapat diakses dengan mudah.
"Dengan aplikasi Pharma City yang mengintegrasikan semua apotek di Kota Semarang, masyarakat bisa melihat. Misalkan dia sakit dan membutuhkan obat tertentu, dia bisa langsung tahu obat itu tersedia di apotek mana," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....