Leptospirosis Renggut Enam Nyawa, Dinkes Kota Semarang Gencarkan Pencegahan
- 23 Jul 2026 15:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kasus leptospirosis di Kota Semarang telah merenggut enam nyawa hingga pertengahan 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menggencarkan berbagai upaya pencegahan untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan enam kasus kematian tersebut tercatat sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026. Menurutnya, kasus leptospirosis umumnya ditemukan di kawasan permukiman padat yang kerap terdampak banjir maupun rob.
"Memang biasanya kepadatan permukiman dan wilayah yang tergenang rob dan banjir menjadi salah satu faktor penyebab penyakit lepto ini dapat berkembang pesat," katanya, Kamis, 23 Juli 2026.
Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes Kota Semarang bersama puskesmas dan lintas sektor melakukan langkah antisipasi di wilayah yang berisiko tinggi. Salah satunya melalui Operasi Tangkap Tikus (OTT) yang menyasar kawasan dengan potensi penyebaran leptospirosis.
OTT dilakukan dengan memasang perangkap tikus di sejumlah titik rawan sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan di wilayah yang berpotensi terjadi penularan.
"Agar penyakit tak berkembang, solusinya adalah dengan melibatkan puskesmas bersama pemangku wilayah untuk melakukan gerakan pemberantasan tikus permukiman. Istilahnya OTT, Operasi Tangkap Tikus ke wilayah yang berpotensi adanya penyebaran lepto," ucapnya.
Hakam mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bahaya bakteri penyebab leptospirosis yang dibawa tikus. Risiko penyakit akan semakin tinggi ketika daya tahan tubuh seseorang menurun sehingga dapat memicu komplikasi pada organ vital.
"Hanta virus dan kuman leptospirosis yang dibawa tikus jika masuk ke dalam tubuh seseorang akan berbahaya, terlebih saat imunitas atau daya tahan tubuhnya turun. Bisa menyebar ke komplikasi baik itu ginjal, jantung dan penyakit lainnya yang berisiko tinggi jika tak ditangani dengan segera," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....