Gandeng Tiongkok-Polines, PDAM Semarang Perkuat Teknologi Pengolahan Air Limbah
- 15 Jul 2026 17:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Semarang menjajaki kerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan institusi pendidikan vokasi di Guizhou, Tiongkok, untuk memperkuat penguasaan teknologi pengelolaan sumber daya air. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pengolahan air limbah hingga pembangkit listrik tenaga air di Kota Semarang.
Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan kerja sama tersebut difasilitasi Polines yang telah lebih dulu menjalin kemitraan dengan institusi vokasi di Guizhou. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri akan membuka peluang transfer teknologi yang bermanfaat bagi pengembangan layanan air minum.
"Pada intinya hari ini kami diundang oleh Polines yang saat ini bekerja sama dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia bisnis ini diaplikasikan melalui kolaborasi tersebut," katanya, Rabu, 15 Juli 2026.
Ady menjelaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan rencana pengembangan yang tengah disiapkan PDAM Kota Semarang. Dalam waktu dekat, perusahaan akan mendapat kepercayaan mengelola instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment) serta pengembangan pembangkit listrik tenaga air di kawasan Jatibarang.
"Ini sangat tepat sekali. Kami segera menindaklanjuti kerja sama ini, terutama terkait pengelolaan sumber daya air dan hydropower. Tidak lama lagi kami akan menyusun konsep-konsep kerja sama melalui Polines," ujarnya.
Melalui kemitraan tersebut, PDAM Kota Semarang akan memperoleh akses terhadap teknologi yang lebih maju dari mitra di Tiongkok. Sebagai bagian dari kerja sama, PDAM juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa Polines maupun mahasiswa dari Guizhou untuk memperoleh pengalaman langsung di sektor pengelolaan air.
"Kami akan menyerap teknologi yang ada. Kemudian jika ada program magang industri dari Polines maupun Guizhou, nantinya akan kami tempatkan di PDAM," katanya.
Menurut Ady, aspek terpenting dari kerja sama tersebut adalah transfer teknologi, khususnya di bidang pengolahan air limbah yang masih memerlukan penguatan. Teknologi yang lebih maju dinilai akan meningkatkan kualitas pengelolaan air sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat.
"Yang paling penting justru teknologi yang lebih maju. Terus terang kita masih tertinggal, khususnya dalam pengolahan air limbah," ucapnya.
Ke depan, teknologi tersebut diharapkan mampu mengolah air limbah menjadi air baku, bahkan berpotensi menghasilkan air yang layak diolah menjadi air minum. Inovasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kota Semarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....