Kerukunan Antaretnis Bawa Investasi Rp59,94 Triliun ke Jawa Tengah
- 19 Sep 2026 21:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Kerukunan antaretnis di Jawa Tengah dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kondisi tersebut turut mendorong realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp59,94 triliun pada semester I 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah merupakan rumah bersama bagi seluruh etnis yang hidup dan berkembang di wilayahnya. Semangat kebersamaan itu menjadi fondasi untuk membangun daerah sekaligus menarik minat investor.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur yang digelar Masyarakat China Jawa Tengah Indonesia di Hotel PO Semarang, Sabtu 19 September 2026. Menurutnya, keberagaman yang terjaga dengan baik telah menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi dunia usaha.
"Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu rumah. Sebagai rumah kita bersama," kata Luthfi. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam mendorong kemajuan daerah.
Luthfi menjelaskan, Festival Pertengahan Musim Gugur tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol kuatnya persaudaraan dan persatuan. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi.
Menurutnya, para pengusaha dari berbagai latar belakang etnis selama ini aktif berkontribusi dalam pembangunan Jawa Tengah. Sinergi yang terjalin turut mendukung pertumbuhan investasi di berbagai sektor strategis.
Salah satu kontribusi datang dari investor asal Tiongkok yang menjadi mitra penting dalam pengembangan ekonomi daerah. Pada semester I 2026, realisasi investasi dari Tiongkok di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp4,55 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp59,94 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri Rp22,62 triliun, dan investasi usaha mikro kecil sebesar Rp11,40 triliun.
Capaian investasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 213.217 tenaga kerja terserap dari 55.989 proyek yang terealisasi selama periode tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor, dan peluang kerja sama ekonominya juga semakin besar," ujar Luthfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....