Masih Kekurangan Murid, Dua SMP Negeri di Pekalongan Buka Pendaftaran Offline

  • 10 Jul 2026 10:33 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dua SMP Negeri di Kota Pekalongan Kekurangan Murid, Diperbolehkan Buka Pendaftaran Offline

RRI.CO.ID, Pekalongan – Dua SMP Negeri di Kota Pekalongan membuka pendaftaran secara offline setelah kuota peserta didik baru pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 belum terpenuhi. Kebijakan ini memberi kesempatan bagi calon murid yang belum memperoleh sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, mengatakan pendaftaran offline dibuka untuk SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10. Hingga penutupan SPMB daring, kedua sekolah tersebut masih kekurangan peserta didik.

"Untuk SMP Negeri 10 masih kurang enam murid. SMP Negeri 9 masih kekurangan sekitar 60 murid," kata Mabruri, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, Dinas Pendidikan memberikan kesempatan kepada kedua sekolah untuk mengisi sisa daya tampung melalui pendaftaran langsung. Langkah tersebut diharapkan dapat mengakomodasi calon peserta didik yang belum mendaftar.

"Pendaftaran offline ini kami berikan agar kuota di kedua sekolah tersebut dapat terpenuhi. Seluruh anak usia sekolah yang belum mendapatkan tempat masih memiliki kesempatan untuk bersekolah di SMP Negeri," ujarnya.

Mabruri menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi solusi atas belum terpenuhinya kuota di dua sekolah. Pemerintah juga ingin memastikan layanan pendidikan tetap dapat diakses seluruh calon peserta didik.

Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat segera memanfaatkan kesempatan tersebut. Pendaftaran dilakukan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan masing-masing sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menegaskan kualitas pendidikan di seluruh SMP Negeri relatif merata. Kekurangan murid di dua sekolah itu bukan disebabkan kualitas pembelajaran.

Menurut Afzan, lokasi SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10 menjadi salah satu pertimbangan masyarakat. Kedua sekolah berada di kawasan yang sebelumnya kerap terdampak banjir rob.

Selain itu, banyak lulusan SD dan MI memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta maupun pondok pesantren. Kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pendaftar di beberapa SMP Negeri.

"Kalau kualitas pendidikan, saya kira sudah merata. Guru, sarana, dan proses pembelajaran di seluruh SMP Negeri terus kita tingkatkan. Hanya saja memang ada beberapa faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat, seperti lokasi sekolah yang dulu sering terdampak rob serta banyak lulusan SD dan MI yang melanjutkan ke sekolah swasta atau pondok pesantren," ujarnya.

Pemerintah Kota Pekalongan berharap pendaftaran offline dapat memenuhi sisa kuota di kedua sekolah. Langkah itu juga membuka kesempatan bagi calon peserta didik yang belum tertampung pada pelaksanaan SPMB 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....