SMPN 8 Semarang Bangun Budaya Peduli Lingkungan Lewat Program Adiwiyata

  • 24 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - SMP Negeri 8 Semarang terus memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata dengan melibatkan berbagai pihak untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan warga sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta kegiatan praktik pengelolaan lingkungan secara langsung.

Penanggung Jawab Program Adiwiyata SMP Negeri 8 Semarang, Lia S.A., mengatakan Program Adiwiyata bukan hanya berkaitan dengan kebersihan sekolah, tetapi juga pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya lingkungan yang dibangun mencakup berbagai aspek, mulai dari penghematan energi, penghematan air, hingga perawatan tanaman di lingkungan sekolah.

"Program Adiwiyata lebih condong ke pembudayaan lingkungan. Misalnya kebersihan, konservasi energi dengan mematikan perangkat listrik yang tidak digunakan, penghematan air, serta perawatan tanaman," kata Lia saat diwawancarai RRI, Jumat 24 Juli 2026.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, SMP Negeri 8 Semarang menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, salah satunya penyuluh dari Dinas Pertanian. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran lingkungan, seperti pelatihan pembuatan pupuk organik cair, komposting, teknik pindah tanam, hingga pengelolaan limbah organik.

Lia menjelaskan, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Adiwiyata. Berbagai kegiatan seperti perawatan tanaman, hidroponik, hingga pemanfaatan hasil kebun sekolah menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menjaga lingkungan secara langsung.

"Harapannya siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan. Akan tetapi, juga memiliki kebiasaan untuk menjaga dan merawat lingkungan," katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan Program Adiwiyata membutuhkan kerja sama seluruh elemen sekolah. Guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga petugas kebersihan memiliki peran yang sama dalam menciptakan sekolah yang berbudaya lingkungan.

"Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus terlibat, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, sampai tenaga kebersihan. Semuanya saling bekerja sama dan bergotong royong untuk mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan," kata Lia.

Melalui penguatan program tersebut, SMP Negeri 8 Semarang berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh. Selain itu, juga menjadi bagian dari karakter seluruh warga sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....