Audit Maternal Perinatal Tahun 2026, Dinkes Salatiga Kejar Zero Score
- 08 Jul 2026 14:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Dinas Kesehatan Kota Salatiga menargetkan capaian zero score dalam Audit Maternal Perinatal Surveillance Response (AMPSR) tahun 2026. Target tersebut menjadi indikator bahwa setiap kasus kematian ibu dan bayi telah ditangani sesuai standar pelayanan dengan seluruh upaya terbaik yang dilakukan tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Prasit Al-Hakim, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor dan penguatan pelayanan kesehatan di semua tingkatan. Menurutnya, audit AMPSR menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas penanganan ibu dan bayi secara berkelanjutan.
"Harapannya, melalui berbagai penguatan ini capaian audit kita pada tahun 2026 dapat semakin baik. Target kami adalah memperoleh skor audit nol (zero score), yang menunjukkan bahwa setiap kasus telah ditangani sesuai standar dan seluruh upaya terbaik telah dilakukan," ujar Prasit.
Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveillance Response (AMPSR) yang digelar di Aula Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Asih, Kota Salatiga, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan dan dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, direksi RSU Puri Asih, serta Tim Pengkaji Eksternal AMPSR dari POGI Cabang Semarang dan IDAI Cabang Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan menegaskan, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dibebankan kepada Dinas Kesehatan maupun tenaga kesehatan saja. Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
"Kita tidak bisa mengatasi hulunya kalau di hilirnya kurang memadai. Fasilitas yang lengkap harus didukung SDM yang kompeten,” ujarnya
Sebaliknya, SDM yang baik juga harus ditopang fasilitas yang memadai. Namun, itu saja belum cukup, karena pelayanan di tingkat dasar juga harus diperkuat.
Wali Kota juga meminta Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) kembali diaktifkan secara masif. Program tersebut dinilai penting untuk memperkuat deteksi dini risiko kehamilan dan mempercepat penanganan apabila terjadi komplikasi.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta evaluasi melalui audit AMPSR, Pemerintah Kota Salatiga optimistis kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak akan terus meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mewujudkan target zero score audit maternal perinatal pada 2026. (eka)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....