Libur Sekolah, Kunjungan ke Perpustakaan Jateng Tetap Tinggi
- 07 Jul 2026 15:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Masa libur sekolah tidak mengurangi aktivitas di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Justru, jumlah pengunjung tetap tinggi karena banyak pelajar dan keluarga memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus rekreasi edukatif.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, mengatakan tingkat kunjungan selama liburan tetap tinggi. Menurutnya, mayoritas pengunjung merupakan pelajar yang memanfaatkan waktu libur untuk belajar sekaligus berekreasi.
"Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat meminjam buku. Selama libur sekolah, kunjungan tetap tinggi karena anak-anak memanfaatkan waktunya untuk belajar sekaligus berekreasi. Mereka bisa menikmati Rumah Belajar Modern, layanan nonton bareng, dan berbagai aktivitas edukatif lainnya," katanya dalam Wawancara Siang Pro 1 RRI, Selasa, 7 Juli 2026.
Untuk menarik minat masyarakat, Arpus Jawa Tengah menghadirkan beragam kegiatan selama masa liburan. Mulai dari pelatihan merajut, fotografi, membuat boneka perca, pemutaran film, hingga berbagai aktivitas literasi kreatif.
Rahmah menjelaskan, program tersebut dirancang agar perpustakaan menjadi destinasi edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang pengembangan kreativitas.
Selain kegiatan kreatif, perpustakaan menyediakan koleksi buku yang beragam untuk berbagai kalangan. Pengunjung juga dapat mengakses layanan digital berupa e-book, jurnal ilmiah, dan aplikasi perpustakaan digital.
Fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Di antaranya ruang baca, akses internet gratis, komputer, ruang kreativitas anak, Kafe Aksara, hingga pemutaran film dokumenter dan pameran buku.
Rahmah menilai respons masyarakat terhadap pengembangan layanan perpustakaan sangat positif. Menurutnya, perpustakaan kini berkembang menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, kreativitas, dan inovasi bagi masyarakat.
Ia juga mengajak orang tua membiasakan anak membaca sejak usia dini di tengah meningkatnya penggunaan gawai. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk membangun kemampuan literasi generasi muda.
"Perpustakaan menjadi media untuk meningkatkan literasi masyarakat. Harapannya, anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan," katanya.
Rahmah berharap masyarakat tidak hanya datang ke perpustakaan saat musim liburan. Seluruh layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan kapan saja secara mudah dan tanpa dipungut biaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....