Safari Bunda Literasi, Ajak Siswa SD Tumbuhkan Budaya Membaca sejak Dini

  • 28 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengajak para pelajar untuk membiasakan budaya membaca sebagai bekal membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Safari Bunda Literasi yang berlangsung di SD Negeri Blotongan 2 Salatiga pada Senin, 27 Juli 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Lurah Blotongan, Kepala SD Negeri Blotongan 2 beserta para guru, Bunda Literasi Kecamatan Sidorejo, Bunda Literasi Kelurahan Blotongan, serta ratusan siswa.

Dalam sambutannya, Retno menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang secara konsisten menggerakkan literasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, Safari Bunda Literasi menjadi ikhtiar bersama dalam menanamkan kecintaan membaca dan belajar sejak usia dini.

"Bangsa yang besar lahir dari anak-anak yang gemar membaca, gemar bertanya, dan tidak pernah berhenti belajar," tegas Retno.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, Retno turut mengenalkan sejarah daerah melalui Prasasti Plumpungan yang menandai berdirinya Salatiga sejak tahun 750 Masehi. Ia mengingatkan para siswa akan pentingnya melanjutkan warisan sejarah tersebut melalui jalan pendidikan dan literasi.

Ia menekankan bahwa di era modern, literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kecakapan berpikir kritis serta bijak dalam menyaring informasi digital. Anak-anak diharapkan menjadi generasi yang cerdas memanfaatkan teknologi, bukan justru menjadi korban disinformasi.

Lebih lanjut, Retno berpesan agar kebiasaan membaca dijadikan aktivitas yang menyenangkan baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat. Ia juga meminta para guru dan orang tua untuk dapat menjadi teladan utama dalam membangun ekosistem membaca di lingkungan keluarga dan sekolah.

Sebagai Kota Pendidikan, Salatiga dinilai memiliki modal besar untuk memperkuat budaya literasi melalui optimalisasi perpustakaan, taman bacaan, dan ruang kreativitas digital. Penguatan literasi ini sejalan dengan semangat pembangunan Salatiga BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, Adaptif) demi melahirkan masyarakat yang bijaksana, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi toleransi.

Rangkaian acara berlangsung interaktif dan meriah melalui sesi tanya jawab seputar sejarah Kota Salatiga. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan para siswa menjadi cerminan positif bertumbuhnya semangat kecintaan terhadap sejarah daerah dan budaya membaca sejak dini. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....