Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak di Kabupaten Magelang Merugi

  • 07 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • harga telur ayam ras
  • program Makan Bergizi Gratis  (MBG)
  • Harga Telur Ayam Turun

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Harga telur ayam ras di Kabupaten Magelang mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat peternak merugi karena harga jual tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi, terutama pakan.

Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid, Edi Nurkolis, mengatakan harga telur di tingkat peternak sempat turun hingga Rp19 ribu per kilogram. “Dalam kurun waktu tiga hari terakhir sedikit mengalami peningkatan di kisaran Rp21.000 per kilogramnya,” katanya, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Edi, penurunan harga kemungkinan dikarenakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti sementara dalam beberapa pekan terakhir saat libur sekolah. Program tersebut sebelumnya cukup besar menyerap produksi telur ayam ras.

Kemungkinan lainnya, permintaan telur menurun pada bulan Muharam(Suro) karena berkurangnya kegiatan hajatan. Dengan demikian, tidak banyak masyarakat yang membeli telur dalam jumlah banyak.

Edi mengatakan turunnya harga telur tidak diikuti penurunan harga pakan. Akibatnya, peternak harus menanggung kerugian untuk menutupi biaya produksi.

“Setiap pekannya peternak harus nombok antara Rp800 ribu hingga Rp900 ribu. Kebutuhan pakan ayam mencapai Rp3,6 juta per minggunya,” katanya.

Ia mengaku kondisi harga saat ini merupakan yang terburuk sejak mulai menekuni usaha ayam petelur dua tahun lalu. Sebelumnya, ketika harga berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram, peternak masih memperoleh keuntungan meski sangat tipis.

Situasi tersebut membuat sebagian peternak dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan usaha atau menghentikannya. Edi memilih tetap bertahan, meski sejumlah peternak lain telah menutup usahanya karena tidak sanggup menanggung kerugian.

Di sisi lain, turunnya harga telur justru disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang warga Kecamatan Tegalrejo, Ika, mengaku kini dapat membeli telur dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan rumah tangga.

“Dengan turunnya harga telur ayam ras ini sangat menguntungkan ibu-ibu rumah tangga, sehingga bisa menjadi persediaan banyak untuk konsumsi sehari-hari. Harganya Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, biasanya mencapai Rp27.000-Rp30.000 per kilogramnya,” katanya. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....