Daging Sapi Langka dan Mahal, Pedagang di Magelang Kompak Libur Berjualan
- 19 Jun 2026 15:35 WIB
- Semarang
Poin Utama
- daging sapi
- Pasar Rejowinangun Kota Magelang
- Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang
RRI.CO, Kota Magelang- Puluhan pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Magelang, kompak meliburkan diri tidak berjualan selama tiga hari. Aksi para pedagang daging sapi tersebut dipicu kelangkaan sapi dan tingginya harga yang dinilai sudah tidak wajar.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasar Rejowinangun, Maryati mengatakan, aksi libur sementara ini dilakukan selama Kamis hingga Sabtu, 18-20 Juni 2026. “Aksi ini tidak hanya di Pasar Rejowinangun, Pasar Gotong Royong dan Kebonpolo Kota Magelang, tetapi juga di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Magelang,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Maryati mengatakan, fenomena kenaikan harga daging sapi tersebut sebenarnya terjadi setiap tahun,etapi, di tahun ini harganya sangat tinggi. Harga karkas daging sapi saat ini berada di kisaran Rp 112-115 ribu per kilogramnya.
Menurutnya, dengan harga tersebut, pedagang kesulitan menyesuaikan harga jual ke konsumen tanpa mengalami kerugian. Harga jual ke pembeli dibanderol sekitar Rp 140 ribu-Rp 145 ribu per kilogramnya.
Ia menambahkan, setelah Iduladha, harga daging sapi sempat menyentuh di angka Rp 135 ribu per kilogram, kemudian mencapai Rp 160 ribu per kilogramnya dan akhirnya kembali turun. Namun, penurunan tersebut belum cukup membuat pedagang kembali normal berjualan.
“Kami tidak bisa menuntut harga daging sapi harus murah karena memang kondisinya. Setidaknya, harganya bisa sedikit naik supaya kami tidak rugi,"katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang mi ayam bakso, Iskaton, mengatakan, dirinya telah mengetahui rencana para pedagang daging sapi untuk meliburkan diri. Untuk itu, dirinya membeli agak banyak dari biasanya untuk persediaan bahan baku bakso.
“Saya beli agak banyak untuk persediaan tiga hari ke depan. Biasanya saya hanya beli dua kilogram setiap harinya untuk topping mi ayam, kemarin saya beli enam kilogram,”katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Agus Dwi Windarto mengatakan, kenaikan harga sapi saat ini merupakan fenomena yang dipengaruhi berbagai faktor. Harga sapi impor jenis BX mengalami kenaikan signifikan, dan dipengaruhi kenaikan harga nilai tukar mata uang Dollar terhadap Rupiah.
"Sekarang harga sapi impor juga tinggi, sekitar Rp 60 ribu per kilogram berat hidup, ini membuat harga sapi lokal ikut terdorong naik. Kondisi tersebut berdampak langsung pada para jagal dan pedagang,” katanya.
Agus menambahkan,pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak, pedagang, dan konsumen. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat untuk sementara diminta beralih ke sumber protein lain seperti daging ayam, ikan, maupun kambing selama masa libur pedagang. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....