Ubah Nasib dan Bantu Keluarga, Ratusan Peserta Berebut Tiket Magang ke Jepang

  • 06 Jul 2026 15:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 401 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi Program Magang ke Jepang 2026 di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Senin, 6 Juli 2026. Di balik persaingan tersebut, tersimpan harapan besar untuk mengubah nasib keluarga sekaligus menimba pengalaman kerja di Jepang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan minat masyarakat terhadap program ini terus tinggi. Dari total 508 pendaftar, sebanyak 401 orang hadir mengikuti seluruh tahapan seleksi yang diikuti peserta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Banten, DKI Jakarta, Bali, Lampung, Kalimantan Utara, hingga Nusa Tenggara Barat.

Salah satu peserta asal Pemalang, Bima Sujatmiko, mengaku mengikuti seleksi setelah memperoleh informasi dari sosialisasi lembaga pelatihan kerja di sekolahnya. Ia berharap kesempatan magang di Jepang dapat membantunya meningkatkan perekonomian keluarga dan membiayai pendidikan sang adik.

"Tujuan saya meningkatkan ekonomi keluarga. Bisa membiayai sekolah adik," ujar Bima.

Harapan serupa juga dibawa Andi Ardiansyah, peserta asal Nusa Tenggara Barat. Ia rela mengikuti seleksi di Jawa Tengah karena ingin belajar langsung etos kerja masyarakat Jepang dan membawa pengalaman tersebut kembali ke Indonesia.

Andi bercerita sempat menunda kuliah akibat keterbatasan ekonomi keluarga sebelum akhirnya memperoleh beasiswa di UIN Sunan Ampel Surabaya. Setelah lulus pada Februari 2026, ia kini bertekad memanfaatkan program magang sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan keluarganya.

"Saya ingin belajar bagaimana orang Jepang bekerja, lalu menerapkannya di Indonesia. Saya juga ingin membantu adik-adik saya agar memiliki kesempatan yang lebih baik," katanya.

Peserta lainnya asal Tegal, Eko Prasetyo, mengaku telah mempersiapkan diri dengan mempelajari budaya kerja Jepang. Menurutnya, kedisiplinan menjadi modal utama agar mampu bersaing dan berhasil selama menjalani program magang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan program magang ke Jepang menjadi bukti bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing di tingkat internasional. Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dijaga melalui kompetensi, disiplin, dan etos kerja yang baik.

"Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional," ujar Luthfi.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan tidak minder terhadap latar belakang masing-masing. Menurutnya, keberanian mengikuti seleksi sudah menjadi langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Direktur IM Japan, Yamauchi Takeshi, mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada besarnya penghasilan. Ia menegaskan tujuan utama program magang adalah mempelajari etos kerja, membangun karakter, dan meningkatkan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke Indonesia.

Menurut Yamauchi, peserta harus menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta semangat belajar selama berada di Jepang. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting agar para peserta tidak hanya sukses bekerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia setelah program magang berakhir.

"Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....