Ratusan Siswa SMA Negeri Lasem Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

  • 04 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Sebanyak 752 siswa SMA Negeri Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami gejala diare dan muntah-muntah secara massal, Kamis, 3 September 2026 pagi. Dari total sekitar 1.100 siswa, ratusan di antaranya mengeluhkan sakit perut hingga harus mendapatkan penanganan.

Dugaan sementara, kondisi tersebut berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu, 2 September 2026. Menu yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi ayam bakar, sambal teri, mendoan, lalapan, dan semangka.

Kepala SMA Negeri Lasem, Juhartutik, mengatakan keluhan dari para siswa muncul secara mendadak pada Kamis pagi. Banyak siswa mengalami diare dan muntah-muntah hingga terjadi penumpukan antrean di sejumlah toilet sekolah.

Situasi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilanjutkan secara normal. Pihak sekolah kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan kegiatan pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa.

"Siswa sempat antre lama dan menumpuk di WC sekolah. Karena kondisi itu, sekolah akhirnya mengambil keputusan untuk memulangkan semua siswa pagi ini juga," kata Juhartutik.

Menurutnya, sebagian besar siswa diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah dengan pemantauan dari keluarga. Namun, sejumlah siswa yang mengalami kondisi cukup lemas harus dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pihak sekolah juga sempat meminta satu unit ambulans untuk bersiaga di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila terdapat siswa yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat.

"Ada lima orang yang dirawat di Puskesmas Lasem, itu sudah termasuk satu orang guru akibat dugaan keracunan MBG. Selain itu, satu siswa juga harus dilarikan dan dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang," jelasnya.

Juhartutik mengatakan pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Puskesmas Lasem. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya gejala diare dan muntah-muntah yang dialami ratusan siswa. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....