Berkat Rekayasa Teknologi, Jateng Berhasil Panen Udang 1,3 Ton di Kawasan Industri
- 06 Jul 2026 14:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Rekayasa teknologi budidaya perikanan berhasil mengubah kawasan industri menjadi lokasi produksi udang yang produktif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses memanen sekitar 1,3 ton udang vaname yang berada di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu milik Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, Senin 6 Juli 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, mengatakan produksi tersebut dihasilkan dari tambak seluas 1.561 meter persegi yang dibudidayakan selama sekitar 82 hari. Udang yang dipanen memiliki ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Menurut Endi, kunci keberhasilan budidaya terletak pada penerapan sistem tertutup atau closed system. Teknologi tersebut memungkinkan penggunaan air secara lebih efisien dengan proses pengolahan khusus sebelum dimanfaatkan untuk budidaya.
“Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian ditreatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya,” ujarnya.
Sistem tertutup dipilih karena lokasi tambak berada di tengah kawasan industri yang membutuhkan pengelolaan lingkungan lebih ketat. Melalui teknologi tersebut, kualitas air tetap terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan udang secara optimal.
Keberhasilan panen ini sekaligus menjadi model pengembangan tambak modern yang dapat diterapkan di wilayah lain. Pendekatan serupa dinilai relevan untuk meningkatkan produktivitas tambak yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk kualitas air dan efisiensi lahan.
Selain menghasilkan udang konsumsi, pengelolaan tambak modern juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Hingga Semester I 2026, Loka PBI Tugu telah merealisasikan sekitar 72 persen dari target pendapatan asli daerah yang ditetapkan tahun ini.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk mempercepat pengembangan sektor perikanan. Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Menurutnya, pembibitan memiliki perputaran usaha yang lebih cepat dan biaya produksi yang relatif rendah. Ketersediaan benih unggul juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas tambak rakyat di berbagai daerah.
Luthfi juga mendorong tenaga ahli dan penyuluh perikanan lebih aktif mendampingi masyarakat mulai dari penyediaan benih, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen agar usaha masyarakat berkembang lebih optimal. Apalagi, Jawa Tengah memiliki potensi besar karena memiliki garis pantai yang membentang di 17 kabupaten dan kota.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan revitalisasi kawasan tambak di Pantai Utara Jawa Tengah yang luasnya mencapai sekitar 72 ribu hektare. Program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali tambak-tambak yang belum produktif sekaligus meningkatkan produksi perikanan daerah.
"Dalam waktu dekat Pak Menteri KKP akan backup penuh untuk wilayah Pantai Utara kita. Prinsipnya nanti segera dikawal agar tambak-tambak yang tidak berfungsi bisa segera kita fungsikan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....