Saluran Irigasi Tersumbat Sampah, Petani Pekalongan Bergerak Cegah Gagal Panen

  • 17 Jul 2026 13:19 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan melakukan normalisasi Saluran Irigasi Sudikampir dengan mengangkat sampah dan mengeruk sedimentasi untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap lancar di musim kemarau.
  • Kegiatan ini diprakarsai oleh Tangguh Prawira (Ketua IP3A Kalijogo dan Anggota Komisi Irigasi Jawa Tengah) dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah desa, IP3A, Komisi Irigasi, Balai PSDA, Polsek, serta masyarakat setempat.
  • Kepala Desa Kalipancur Muhroji mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi dan sungai, karena kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air dan dapat menyebabkan gagal panen.

RRI.CO.ID, Pekalongan – Saluran irigasi yang tersumbat sampah dan sedimentasi mendorong warga bersama sejumlah instansi bergotong royong melakukan normalisasi Irigasi Sudikampir di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gagal panen dengan memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap lancar di tengah mulai menurunnya debit air akibat musim kemarau.

Kegiatan diprakarsai Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air(IP3A) Kalijogo yang juga Anggota Komisi Irigasi Jawa Tengah, Tangguh Prawira. Aksi tersebut melibatkan IP3A, Komisi Irigasi Jawa Tengah, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal, Pemerintah Desa Kalipancur, Polsek Bojong, serta masyarakat setempat.

Selain mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat saluran, petugas juga mengeruk sedimentasi menggunakan alat berat yang diterjunkan dinas terkait. Upaya itu dilakukan agar aliran air irigasi kembali optimal menuju area persawahan.

Kepala Desa Kalipancur, Muhroji, mengatakan sampah yang menyumbat saluran irigasi berasal dari beberapa desa dan akhirnya menumpuk di wilayah Kalipancur. Kondisi tersebut menghambat distribusi air menuju lahan pertanian sehingga perlu segera ditangani.

"Tujuan utama kegiatan ini membersihkan saluran dengan mengangkat sampah yang menyumbat. Setelah itu sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) agar aliran air kembali lancar," katanya, Jumat, 17 Juli 2026.

Muhroji mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan normalisasi saluran irigasi, termasuk dinas terkait yang telah mengirimkan alat berat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi maupun sungai.

"Saya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran irigasi. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air yang dibutuhkan petani," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Kupang Pekalongan dari Balai PSDA Pemali Comal Provinsi Jawa Tengah, Heru Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga jaringan irigasi, terutama saat debit air mulai berkurang memasuki musim kemarau.

Heru menambahkan, upaya menjaga kebersihan saluran irigasi akan dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan normalisasi rutin yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi air sekaligus mengurangi risiko gagal panen pada musim kemarau.

"Kita bergotong royong dalam rangka pengangkatan sedimentasi dan juga sampah. Harapannya, debit air yang dialirkan ke area persawahan bisa tetap tercukupi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....