Merti Jaladri Pantai Jatimalang 2026 Padukan Budaya, Spiritual, dan Penguatan UMKM
- 05 Jul 2026 17:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Ribuan warga memadati Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, dalam pembukaan Tradisi Budaya Pesisir Merti Jaladri yang digelar meriah selama tiga hari, 4 hingga 6 Juli 2026. Acara tahunan masyarakat pesisir itu resmi dibuka Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Selain sebagai wujud pelestarian budaya, Merti Jaladri 2026 juga menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan melalui Bazar GASPOL UMKM. Puluhan pelaku usaha dari berbagai desa di Kecamatan Purwodadi menampilkan produk unggulan lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, olahan pertanian dan perikanan, hingga produk kreatif.
GASPOL UMKM merupakan singkatan dari Gerakan Akselerasi dan Solusi Pembelajaran Online UMKM. Program inovasi Kecamatan Purwodadi Tahun 2026 ini dirancang untuk menaikkan kapasitas UMKM melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, penguatan legalitas usaha, perluasan akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut UMKM punya peran strategis menopang perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kegiatan seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkuat promosi produk lokal. Harapannya, UMKM di Purwodadi semakin berkembang, mampu memperluas pasar, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Rudi.
Senada, Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani menegaskan, tantangan UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi juga adaptasi teknologi dan perubahan pola konsumsi ke platform digital. “Program GASPOL UMKM tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga memberikan akselerasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap lahir UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah. "Merti Jaladri merupakan tradisi turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut. Doa bersama juga dipanjatkan agar nelayan diberi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan saat melaut," ungkapnya.
Tradisi ini sekaligus menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur untuk diwariskan ke generasi muda. Di sisi ekonomi, lonjakan pengunjung selama acara membuka peluang bagi pedagang, pelaku UMKM, pengelola wisata, dan warga sekitar penyedia jasa pendukung.
Hari pertama diisi seremoni pembukaan, penampilan marching band dan pantomim pelajar, perlombaan, hiburan rakyat, serta kesenian tradisional Jaran Bolong.
Hari kedua, Minggu (5/7/2026), masyarakat mengikuti senam bersama, layanan pembayaran PBB, donor darah, Samsat Keliling, musik organ tunggal, dan pertunjukan seni Dolalak ikon Purworejo.
Puncaknya, Senin (6/7/2026), dimulai dengan kenduri bersama, dilanjutkan prosesi larungan atau sedekah laut sebagai simbol syukur nelayan, dan ditutup pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diperkirakan menjadi magnet wisatawan.
Dengan memadukan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi, Merti Jaladri Pantai Jatimalang diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan serta penguat identitas budaya pesisir Kabupaten Purworejo.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....