Ribuan Warga Padati Pantai Dewa Ruci Purworejo, Ikuti Sedekah Laut Merti Jaladri

  • 07 Jul 2026 07:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Ribuan warga memadati Pantai Dewa Ruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin 6 Juli 2026 untuk menyaksikan prosesi Sedekah Laut Merti Jaladri, tradisi tahunan masyarakat pesisir yang digelar setiap bulan Muharam atau Suro.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelarungan ancak berisi tumpeng lengkap ke tengah laut. Ancak tersebut memuat ingkung ayam, ayam jantan, hasil bumi, dan bunga tujuh rupa yang dilarung menggunakan perahu nelayan setelah didoakan bersama.

Tradisi sedekah laut menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil laut dan hasil bumi yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyiapkan lebih dari 80 tumpeng yang berasal dari sumbangan warga, kelompok nelayan, hingga Pemerintah Kecamatan Purwodadi.

Setelah prosesi pelarungan selesai, puluhan tumpeng lainnya dibagikan kepada masyarakat melalui prosesi rayahan. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan pantai langsung berebut isi tumpeng yang dipercaya membawa keberkahan.

Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, mengatakan tradisi Merti Jaladri telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat setiap bulan Suro.

“Kami menyebutnya Merti Jaladri. Ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap bulan Suro,” kata Suwarto di sela kegiatan.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh sekaligus juru kunci setempat. Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Wakapolres Purworejo, jajaran Forkopimda, dan Forkopimcam.

Selain sedekah laut, panitia juga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Menurut Suwarto, Merti Jaladri tidak hanya menjadi tradisi budaya masyarakat pesisir, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat ke Pantai Jatimalang.

“Ini juga menjadi ajang promosi wisata unggulan Purworejo. Selama tiga hari ini kunjungannya luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap meningkatnya jumlah wisatawan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pedagang, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta nelayan.

Kemeriahan paling terasa saat prosesi rayahan berlangsung. Warga saling berdesakan untuk mendapatkan bagian dari tumpeng yang dibagikan panitia.

Salah seorang warga Jatimalang, Umiyati (65), mengaku bersyukur dapat membawa pulang sayuran dari tumpeng yang diperebutkan masyarakat.

“Ini berkat. Harapannya kami juga mendapat berkah dari kegiatan ini dan hasil panen kami semakin melimpah,” katanya.

Pengunjung asal luar daerah, Pipit, juga ikut merasakan antusiasme masyarakat dalam tradisi tersebut. Ia datang bersama keluarga dan ikut berebut isi tumpeng di tengah keramaian pengunjung.

“Rame banget sampai umpel-umpelan. Saya cuma dapat satu pare dari sisa-sisa tumpeng yang tercecer. Tapi acaranya mantap dan seru. Saya datang bersama bude dan keluarga,” ungkapnya.

Merti Jaladri menjadi salah satu agenda budaya tahunan di Kabupaten Purworejo. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahun.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....