PGRI Purworejo Gelar Konkerkab II, Fokus Perkuat Kemandirian Organisasi
- 04 Jul 2026 18:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II Masa Bakti XXII Tahun 2026 di Gedung PGRI Purworejo, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Forum tahunan tersebut menjadi ruang evaluasi program kerja 2025 sekaligus penyusunan strategi organisasi untuk 2026 dan peta jalan pengembangan 2025–2030.
Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan menyebut Konkerkab II sebagai forum strategis untuk mengukur capaian organisasi sekaligus merespons dinamika pendidikan yang terus berubah. "Konferensi kerja ini bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi momentum untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai kebutuhan anggota dan perkembangan dunia pendidikan," ujarnya.
Gunawan mengungkapkan, sepanjang 2025, PGRI Purworejo mencatat sejumlah capaian penting. Penataan data keanggotaan dinilai semakin tertib seiring bertambahnya jumlah guru yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Organisasi juga memperkuat layanan perlindungan hukum bagi guru. Melalui kerja sama dengan tim advokat Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), PGRI kini menyediakan pendampingan hukum yang lebih terstruktur dan mudah diakses," ungkapnya.
Selain penguatan profesi, PGRI Purworejo mulai merancang kemandirian ekonomi organisasi. Salah satu program prioritas adalah pengadaan lahan milik sendiri untuk pembangunan pusat kegiatan. "Saat ini, Gedung PGRI Purworejo masih menempati tanah milik pemerintah daerah," terangnya.
Untuk mencapai target tersebut, organisasi menggalang dana sukarela dari anggota penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Per Juni 2026, dana terkumpul mencapai sekitar Rp389,7 juta dan dikelola melalui rekening bersama. "Kami ingin memastikan PGRI memiliki aset sendiri sehingga keberlangsungan organisasi lebih terjamin di masa mendatang," kata Gunawan.
Di atas lahan yang direncanakan, PGRI menargetkan pembangunan gedung serbaguna, fasilitas olahraga, ruang pertemuan, hingga homestay untuk mendukung kegiatan organisasi dan pendidikan. "PGRI juga berencana mendirikan TK PGRI sebagai wadah pendidikan anak usia dini sekaligus ruang pengabdian bagi guru TK swasta," terangnya.
Upaya kemandirian lain diwujudkan melalui rencana produksi air minum dalam kemasan dengan merek "Tirta Gri". "Produk ini diproyeksikan menjadi sumber pendapatan organisasi yang dikelola secara profesional sesuai regulasi," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Sri Suciati mengapresiasi kinerja PGRI Purworejo yang dinilai disiplin dan tertib menjalankan amanat organisasi. Purworejo termasuk 10 besar kabupaten/kota di Jawa Tengah yang paling cepat menyelenggarakan Konkerkab setelah konferensi tingkat provinsi. "Ini menunjukkan roda organisasi berjalan sehat, terstruktur, dan memiliki tata kelola yang baik," ungkap Sri Suciati.
Ia juga menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan PGRI, termasuk kontribusi organisasi dalam lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen. Menyoroti era digital, Sri Suciati mengingatkan guru untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.
"AI dapat membantu proses pembelajaran, namun tidak akan pernah menggantikan empati, keteladanan, dan nilai-nilai yang diberikan guru kepada peserta didik," tegasnya.
Melalui Konkerkab II, PGRI Purworejo menegaskan komitmennya memperjuangkan profesionalisme guru, memperkuat perlindungan anggota, membangun kemandirian organisasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan guna meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....