Kekurangan Murid Bisa Berdampak Positif, Distribusi Guru Jadi Lebih Ideal

  • 09 Jul 2026 06:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tidak selalu dipandang sebagai kondisi yang merugikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo justru menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan karena distribusi guru bisa menjadi lebih ideal.

Kepala Disdikbud Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengatakan berkurangnya jumlah peserta didik tidak akan berdampak signifikan terhadap mutu pembelajaran. Menurutnya, jumlah siswa yang lebih sedikit justru memungkinkan sekolah memberikan perhatian yang lebih optimal kepada setiap peserta didik.

"Menurut kami justru kekurangan murid ini tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan kualitas. Dengan semakin sedikit yang dikelola, justru kita bisa lebih fokus lagi," kata Yudhie dalam dialog bersama RRI Semarang, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah siswa akan diikuti dengan penyesuaian jumlah rombongan belajar (rombel). Kondisi tersebut dinilai dapat membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kekurangan guru yang selama ini dihadapi sejumlah sekolah.

Menurut Yudhie, penataan rombel juga akan diiringi dengan distribusi guru agar kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah menjadi lebih seimbang. "Mungkin yang tadinya kurang menjadi cukup, yang tadinya jam mengajarnya berlebih menjadi ideal," ujarnya.

Selain penataan guru, Disdikbud juga akan terus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Upaya tersebut dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar semakin berkualitas.

Yudhie menilai jumlah kelas yang lebih sedikit juga membuat kebutuhan pembiayaan operasional menjadi lebih efisien. Dengan demikian, anggaran yang tersedia dapat diarahkan untuk memperkuat fasilitas pembelajaran, termasuk pemenuhan sarana digital di sekolah.

"Tentu dengan jumlah kelas yang dikelola lebih sedikit, kebutuhan sarana-prasarana juga lebih mudah dipenuhi. Program bantuan alat digital juga menjadi lebih optimal," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan Disdikbud Purworejo tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB dan memetakan kebutuhan setiap sekolah berdasarkan kondisi demografi di masing-masing wilayah. Langkah itu diharapkan mampu menjaga pemerataan mutu pendidikan meski jumlah peserta didik mengalami penurunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....