Antisipasi Karhutla, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Bombing

  • 03 Jul 2026 16:33 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  • bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca dan helikopter water bombing sebagai langkah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Upaya tersebut diperkuat dengan patroli darat dan patroli udara untuk mendeteksi titik api sejak dini.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pengerahan water bombing dilakukan apabila kebakaran sudah meluas dan sulit dikendalikan dari darat. Sementara itu, modifikasi cuaca disiapkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah terdampak.

“BNPB juga menyiapkan modifikasi cuaca, juga membuat hujan buatan dengan menggunakan heli water bombing. Heli water bombing tersebut digunakan bila kebakaran hutan atau lahan bila panasnya sudah tinggi,” kata Suharyanto usai menyerahkan bantuan jaringan air bersih di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Suharyanto, hingga saat ini terdapat enam provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Wilayah tersebut meliputi Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Selain itu, titik kebakaran juga mulai terpantau di Aceh Barat dan Natuna. BNPB saat ini turut mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang.

“Selain enam provinsi tersebut, saat ini karhulta juga mulai tampak di Aceh Barat dan Natuna. Saat ini, kami juga sedang berjibaku untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang dengan helikopter water bombing,” katanya.

Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan Kabupaten Magelang termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Hingga Mei 2026, tercatat 257 kejadian bencana alam maupun nonalam terjadi di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, bencana yang terjadi antara lain tanah longsor di kawasan lereng Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, dan Pegunungan Menoreh. Selain itu, sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang juga mulai menghadapi potensi kekurangan air bersih selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....