TPID Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Kenaikan Harga Sembako
- 14 Jun 2026 07:28 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Usai Harga Pertamax Naik, TPID Siapkan Operasi Pasar
- Harga BBM Naik
RRI.CO.ID, Pekalongan – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan bersiap menggelar operasi pasar. Hal itu sebagai langkah antisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai dirasakan masyarakat.
Ketua TPID Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, mengungkapkan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di lapangan dan telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi. Termasuk pelaksanaan operasi pasar apabila terjadi gejolak harga kebutuhan pokok.
"Kami melalui TPID terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pasca kenaikan Pertamax. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," kata Yulian Akbar, Minggu 14 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu efek berantai terhadap biaya distribusi barang dan jasa. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin menunggu hingga terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi di tingkat konsumen.
Yulian menegaskan, koordinasi dengan instansi terkait, distributor, Bulog, serta pelaku usaha akan terus diperkuat agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan harga tidak mengalami kenaikan yang tidak wajar. "Kami ingin memastikan stok aman dan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Rizky, menilai dampak kenaikan harga Pertamax sudah mulai terlihat di masyarakat. Salah satunya adalah meningkatnya antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada BBM jenis Pertalite.
Menurut Rizky, banyak pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.
"Yang paling terlihat sekarang antrean Pertalite menjadi lebih panjang karena sebagian pengguna Pertamax beralih. Ini menunjukkan masyarakat mulai melakukan penyesuaian akibat kenaikan harga BBM," katanya.
Selain memicu perpindahan konsumsi BBM, Rizky menilai kenaikan Pertamax juga berpotensi mendorong naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. Kenaikan biaya transportasi dan distribusi dinilai menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi harga barang di pasar.
"Kalau biaya operasional kendaraan meningkat, biasanya akan berimbas pada ongkos distribusi. Pada akhirnya harga kebutuhan masyarakat juga ikut terdorong naik," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bergerak cepat melakukan intervensi pasar agar kenaikan harga BBM tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....