Antisipasi Karhutla, Perhutani Purwodadi Cek Hotspot di Kawasan Hutan

  • 22 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Polsek Klambu melakukan pengecekan terhadap indikasi titik panas (hotspot) di kawasan hutan Petak 30 RPH Plosokerep BKPH Penganten. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi selama musim kemarau.

Pengecekan lapangan dilakukan menyusul adanya informasi mengenai indikasi hotspot di kawasan hutan. Tim gabungan menyisir lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengidentifikasi potensi sumber api yang dapat memicu kebakaran lebih luas.

Selain memeriksa titik yang terindikasi panas, petugas juga memantau kondisi vegetasi yang mulai mengering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kerawanan terjadinya kebakaran sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, mengatakan pengecekan lapangan merupakan bagian dari upaya deteksi dini dalam menghadapi ancaman karhutla yang cenderung meningkat pada musim kemarau. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan.

"Musim kemarau merupakan periode yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan agar dapat diketahui kondisi sebenarnya dan dilakukan langkah penanganan sedini mungkin. Sinergi antara Perhutani, Kepolisian, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan produktif," ujar Heru.

Ia menambahkan, Perhutani terus mengintensifkan patroli preventif, komunikasi sosial dengan masyarakat desa hutan, serta pengawasan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar kebakaran tidak menimbulkan kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, maupun kerugian terhadap aset negara.

Sementara itu, anggota Polsek Klambu, Aiptu Ali Rifan, menegaskan pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko kebakaran hutan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kawasan hutan tetap aman selama musim kemarau.

"Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang dapat memicu munculnya api. Apabila mengetahui adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas," kata Ali Rifan.

Selain melakukan pengecekan hotspot, petugas juga memeriksa akses menuju lokasi sebagai bagian dari kesiapan penanganan darurat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan juga diimbau tidak membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....