Regenerasi Jadi Tantangan, Pemkot Pekalongan Dorong Peran Duta Petani Milenial
- 02 Jul 2026 08:22 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Duta Petani Milenial
- regenerasi petani
RRI.CO.ID, Pekalongan – Regenerasi petani menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan. Menjawab persoalan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat memperkuat peran generasi muda melalui pelatihan sekaligus musyawarah pemilihan Ketua Duta Petani Milenial (DPM) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DKPP Kabupaten Pekalongan, Sutanto, menegaskan, regenerasi petani harus dibarengi peningkatan kapasitas generasi muda, terutama dalam pemanfaatan teknologi pertanian."Tujuannya, kita menginginkan anak-anak muda bisa berkumpul untuk memajukan pertanian di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurutnya, anak-anak muda dekat dengan teknologi. Teknologi tersebut dapat diterapkan di lapangan sehingga produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Pekalongan bisa meningkat.
Menurutnya, sektor pertanian kini memiliki prospek yang semakin menjanjikan sehingga generasi muda tidak perlu ragu memilih profesi sebagai petani. Ia pun mengajak agar anak muda tidak takut bertani karena pertanian saat ini sudah sangat menjanjikan.
“Contohnya untuk komoditas padi, harganya juga sangat baik. Saya harapkan petani muda bisa bergabung di Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan," katanya.
Terpisah, Ketua DPM periode 2024–2026, Kuswanto, berharap kepengurusan baru mampu membuat organisasi lebih aktif sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, DPM menjadi ruang bagi petani muda untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, hingga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
"Siapa pun petani yang usianya di bawah 39 tahun masuk kategori petani milenial. Jangan ragu untuk bergabung di Duta Petani Milenial, karena di sinilah tempat kalian untuk mencurahkan keluh kesah, baik kendala teknis maupun nonteknis di dunia pertanian," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPM terpilih, Handono Warih, berkomitmen menjadikan organisasi sebagai jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah daerah."Terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang telah menyerahkan amanah ini kepada saya, insyaallah saya akan berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya,” katanya.
“Saya ingin Duta Petani Milenial menjadi wadah yang menyampaikan suara dan keluhan petani kepada pemerintah daerah. Bersinergi dengan semua pihak demi memajukan pertanian di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Ditambahkan, dalam waktu dekat, DPM akan memprioritaskan edukasi bagi petani muda, pendataan penyakit tanaman, serta pemetaan potensi usaha anggota melalui sistem pengelompokan (clustering). Langkah tersebut diharapkan mempermudah akses pendampingan maupun pengembangan usaha dari berbagai instansi.
Selain itu, kepengurusan baru menargetkan pembentukan Duta Petani Milenial di seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan sebagai penghubung antara petani desa dan pemerintah daerah. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak mengembangkan usaha tani secara sendiri-sendiri.
"Jangan takut sendiri dan jangan menjadi katak dalam tempurung. Kita harus terbuka dengan dunia luar, mengenal banyak teman yang juga bertani supaya kita semakin baik dalam bertani, jadi, jangan ragu untuk bergabung bersama kami," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....