Tekan Pengangguran, Kajen Career Expo 2026 Buka 2.301 Lowongan Kerja Buka

  • 04 Agt 2026 21:17 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah juga turun menjadi 4,24 persen.
  • berdasarkan hasil validasi data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pekalongan berhasil ditekan dari 3,29 persen menjadi 3,04 persen.

RRI.CO.ID, Pekalongan - Upaya menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Pekalongan geber dengan membuka Kajen Career Expo 2026. Sebanyak 2.301 lowongan kerja dari 28 perusahaan tersedia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman resmi membuka Kajen Career Expo 2026 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa 4 Agustus 2026. Pameran bursa kerja ini berlangsung selama dua hari, 4–5 Agustus 2026 menjadi salah satu strategi pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja sekaligus menjawab tantangan masih adanya kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga meresmikan Rumah Siap Kerja Kajen, sebuah pusat layanan ekosistem ketenagakerjaan yang akan memberikan akses informasi lowongan kerja, pelatihan, hingga pendampingan bagi masyarakat pencari kerja.

"Selain bursa lowongan kerja, kami juga meluncurkan Rumah Siap Kerja Kajen sebagai pusat layanan ketenagakerjaan terpadu yang diharapkan menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia industri," terangnya.

Selain peluncuran program, pemerintah daerah juga menyerahkan Ketenagakerjaan Award 2026 kepada Bursa Kerja Khusus (BKK), perusahaan, dan mitra industri yang dinilai berkontribusi dalam penempatan tenaga kerja, pemberdayaan penyandang disabilitas, perlindungan pekerja rentan, hingga menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Ditambahkan, Sukirman menegaskan bahwa meningkatnya investasi menjadi faktor penting dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah.

"Multiplayer effect dari investasi ini akan menumbuhkembangkan iklim ketenagakerjaan yang sehat, kemudian perekonomiannya juga baik," ujarnya.

Sukirman mengungkapkan, keberadaan perusahaan besar seperti PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) di Kecamatan Bojong memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, perusahaan tersebut diproyeksikan membutuhkan hingga 20 ribu–25 ribu tenaga kerja, sementara saat ini sekitar 5 ribu pekerja telah terserap.

Ia menyebut, berdasarkan hasil validasi data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pekalongan berhasil ditekan dari 3,29 persen menjadi 3,04 persen.

"Penurunan ini memang cukup sangat luar biasa," kata Sukirman.

Sukirman pun mengajak para lulusan baru dan pencari kerja memanfaatkan momentum Kajen Career Expo untuk mengikuti proses rekrutmen yang digelar langsung oleh perusahaan.

"Anak-anak kita, para fresh graduate, harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan mengikuti proses seleksi yang diselenggarakan perusahaan," tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Candra Yuliawan, menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah mencapai 22,33 juta orang, meningkat sekitar 455 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah juga turun menjadi 4,24 persen.

Meski demikian, menurutnya tantangan terbesar saat ini bukan lagi minimnya lowongan pekerjaan, melainkan masih terjadinya mis match antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri serta adanya kesenjangan keterampilan.

"Kajen Career Expo 2026 menjadi ikhtiar nyata mempertemukan supply tenaga kerja dengan demand dunia usaha. Komitmen menyediakan akses bagi pencari kerja penyandang disabilitas juga menjadi langkah penting untuk mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif," ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh menjelaskan, Kajen Career Expo 2026 diikuti 28 perusahaan dari berbagai sektor, mulai manufaktur, tekstil dan garmen, perbankan, perdagangan, ritel hingga teknologi informasi.

Sebanyak 2.301 lowongan kerja untuk 80 jenis jabatan dibuka bagi lulusan SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

"Kegiatan dikemas dalam dua skema. Sebanyak 13 perusahaan membuka proses walk interview dan seleksi langsung di lokasi, sementara perusahaan lainnya membuka layanan job fair, sehingga pencari kerja dapat berkonsultasi, memperoleh informasi lowongan, sekaligus menyerahkan lamaran secara langsung," terangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....