Mandiri Ekonomi, Perempuan Batang Dilatih Kembangkan Produk Herbal Hasil Hutan
- 02 Jul 2026 04:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan Kabupaten Batang mengikuti pelatihan pengolahan bunga telang dan bunga rosella menjadi produk herbal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.
Pelatihan berlangsung di UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Kota Pekalongan. Program tersebut didukung Ford Foundation dan dilaksanakan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil(PUPUK) bersama Pillar Nusantara(Pinus).
Peserta memperoleh materi mengenai manfaat bunga telang dan rosella bagi kesehatan. Mereka juga mempraktikkan pengolahan bubuk herbal, pengemasan produk, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Kepala UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu Kota Pekalongan, dr. Teuku Reza Fadli, menilai inovasi produk herbal mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal. Hal itu diungkapkannya saat ditemui di UPTD BPSJ Kota Pekalongan, Rabu, 1 Juli 2026.
"Bunga telang dan bunga rosella memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk herbal berkualitas. Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik pengolahan yang baik dan higienis, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu sehingga memiliki daya saing di pasar," ujarnya.
Perwakilan PUPUK Surabaya, Endang Susilowati, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan perhutanan sosial. Menurutnya, peningkatan keterampilan akan memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan usaha keluarga. Melalui pelatihan diversifikasi produk HHBK ini, kami berharap KUPS Perempuan mampu menciptakan produk inovatif yang bernilai tambah, memperluas akses pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggotanya," ungkapnya.
Salah seorang peserta KUPS Lembah Wangi, Lekha, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan mengolah bunga telang dan rosella dapat diterapkan bersama anggota kelompok untuk mengembangkan usaha berbasis hasil hutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....