Kesejahteraan Meningkat, Nilai Tukar Petani di Jateng Capai 118,27

  • 01 Jul 2026 21:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kesejahteraan petani di Jawa Tengah kembali menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat Nilai Tukar Petani(NTP) mencapai 118,27 atau naik 0,75 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada pada angka 117,39.

Kenaikan tersebut menandakan pendapatan yang diterima petani dari hasil pertanian tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan. Kondisi ini mencerminkan daya beli petani yang semakin membaik dan kemampuan ekonomi rumah tangga pertanian yang lebih kuat.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan NTP pada Juni 2026. Sementara itu, provinsi dengan penurunan tertinggi pada periode yang sama adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ada tiga provinsi di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan NTP, dan tiga provinsi lain mengalami penurunan NTP. Provinsi yang mengalami kenaikan NTP adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Baten," kata Kepala BPS Provinsi Jateng Ali Said, dalam rilis Indikator Strategis Jawa Tengah, melalui kanal Youtube resminya, Rabu 1 Juli 2026.

Peningkatan kesejahteraan petani didorong oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,25 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,49 persen.

Harga sejumlah komoditas pertanian menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan petani. Komoditas yang memberi kontribusi terbesar antara lain gabah, bawang merah, jagung, kol atau kubis, serta wortel.

Di sisi lain, pengeluaran petani juga mengalami kenaikan meskipun relatif lebih rendah. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga beberapa komoditas seperti bawang merah, buncis, bakalan sapi, dan bawang putih.

BPS mencatat subsektor tanaman pangan dan hortikultura menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan Nilai Tukar Petani di Jawa Tengah. Kinerja positif subsektor ini menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang penting bagi perekonomian masyarakat pedesaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....