Angka Fatherless Capai 25,8 Persen, BKKBN Gaungkan Tema Ayah Wajib Hadir
- 01 Jul 2026 10:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID.Semarang - Fenomena hilangnya peran sosok ayah dalam pengasuhan anak (fatherless) di Jawa Tengah kini berada pada angka yang cukup mengkhawatirkan. Sistem Informasi Keluarga (Siga) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat sebanyak 25,8 persen keluarga di wilayah ini mengalami krisis figur bapak, di mana anak-anak kekurangan perhatian dan kedekatan emosional dari ayah mereka.
Kondisi tersebut melatarbelakangi lahirnya tema "Ayah Wajib Hadir" pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jawa Tengah. BKKBN menegaskan, pemenuhan materi saja tidak cukup, sebab kehadiran fisik dan mental seorang ayah sangat menentukan pembentukan karakter serta kestabilan psikologis anak di masa depan.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, MM, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara gerak jalan santai di halaman Kantor BKKBN Jawa Tengah, Semarang, Rabu 1 Juli 2026. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Harganas tahun ini sebagai titik balik dalam memperbaiki pola komunikasi di dalam rumah tangga.
"Tema 'Ayah Wajib Hadir' ini sengaja diambil karena kita melihat fenomena di lapangan yang diperkuat oleh data kedeputian Sistem Informasi Keluarga di BKKBN, di mana 25,8 persen telah terjadi fatherless. Ini merupakan kondisi kurangnya perhatian ayah kepada keluarga, khususnya kepada anak-anak kita yang sedang tumbuh remaja," ujarnya.
Menurutnya, untuk mengikis angka fatherless tersebut diluncurkan gerakan sederhana namun berdampak besar, yakni gerakan 15 menit berkumpul bersama keluarga tanpa interaksi dengan gawai. Melalui gerakan ini, setiap anggota keluarga diwajibkan duduk bersama dan saling bercerita tanpa adanya gangguan dari aktivitas digital.
"Untuk itu, dalam momentum Harganas ke-33 ini, kami mengampanyekan satu gerakan nyata, yaitu gerakan 15 menit berkumpul bersama keluarga. Kita duduk bersama, berinteraksi bersama keluarga secara hangat tanpa memegang handphone atau gawai masing-masing. Ini waktu krusial untuk saling mendengar," kata Rusman.
Ia juga mengingatkan, esensi dari peringatan Hari Keluarga Nasional adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi internal rumah tangga masing-masing. Orang tua diminta memastikan apakah rumah mereka sudah menjadi lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
"Melalui momentum Harganas ini, diharapkan kita semua menengok kembali ke rumah kita, menengok ke dalam keluarga kita. Apakah keluarga kita, rumah kita, sudah menjadi tempat yang aman dan yang nyaman, apakah rumah kita juga sudah menjadi tempat yang berkualitas bagi perkembangan keluarga kita," ujarnya.
Selain pelaksanaan gerak jalan Santai dan donor darah , acara ini juga dimeriahkan dengan apresiasi terhadap generasi muda yang peduli pada isu kesehatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah menyerahkan langsung penghargaan bagi para pemenang lomba ajang Kesehatan Reproduksi (Kespro) untuk Kamu yang diikuti oleh remaja dari berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....