Kebutuhan Hunian Rusun Meningkat, DPRD Kota Semarang Soroti Masa Tinggal Penghuni
- 29 Jun 2026 15:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tingginya kebutuhan hunian rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Semarang mendorong DPRD setempat mengevaluasi aturan masa tinggal penghuni. Pembahasan tersebut mengemuka dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rumah Susun yang diharapkan mampu mewujudkan pemerataan akses hunian.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengatakan permintaan terhadap unit rusun murah masih sangat tinggi, sementara ketersediaannya belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata. Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah regulasi lama yang masih mengacu pada Perda Tahun 1996.
"Perda lama tahun 1996 itu salah satunya mengatur soal masa tunggu dan masa tinggal. Banyak yang menghuni rumah susun selamanya, padahal semestinya hunian ini bersifat sementara," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Agus menjelaskan, rumah susun pada dasarnya dirancang sebagai hunian transisi bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sendiri. Namun, ketentuan masa tinggal maksimal tiga tahun selama ini belum berjalan optimal sehingga banyak penghuni menetap dalam waktu yang lebih lama.
Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada terbatasnya kesempatan bagi masyarakat lain yang membutuhkan hunian. Akibatnya, pemerataan akses terhadap rumah susun menjadi kurang efektif.
Melalui pembahasan Raperda Rumah Susun, DPRD Kota Semarang berharap dapat menghadirkan regulasi yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. Aturan baru tersebut diharapkan mampu memperjelas mekanisme masa tinggal sekaligus memperbaiki tata kelola rumah susun.
"Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menciptakan tata kelola hunian yang adil. Unit rumah susun dapat dialihkan secara bergantian kepada warga yang benar-benar membutuhkan," kata Agus.
Ia berharap pembahasan Raperda Rumah Susun dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kepastian hukum. Hal ini sekaligus menjadi solusi atas tingginya kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Semarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....