Makin Mudah, Penyintas Talasemia Bisa Akses Pendidikan Afirmasi Disabilitas
- 27 Jun 2026 10:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Para penyintas Talasemia makin merasakan kemudahan, khususnya bagi mereka yang masih mengenyam pendidikan dasar dan menengah. Pasalnya, kini mereka dapat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak, sesuai hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Tahun 2025.
Mendengar kabar baik itu, Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang, mendukung penuh terhadap keputusan tersebut karena memudahkan akses pendidikan bagi para penyintas.
Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang Tan Evi Susanti membenarkan fasilitas itu memudahkan para penyintas Talasemia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diinginkan setelah adanya keputusan tersebut. Berbeda ketika beberapa tahun lalu, karena belum terakomodasi melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak.
"Mayoritas para penyintas Talasemia memiliki keterbatasan saat melakukan aktivitas, apalagi harus menjalani transfusi darah tiap dua hingga tiga pekan sekali. Sekarang pasien-pasien Talasemia bisa masuk ke sekolah-sekolah yang diinginkan," ujarnya, saat ditemui di ruang praktik, RSUD Kabupaten Batang, Jumat 26 Juni 2026.
Saat ini telah ada penyintas Talasemia yang lolos sebagai siswa di salah satu SMA di Kabupaten Batang, melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak. Namun, di sisi lain ada pula penyintas Talasemia yang masih sedikit mengalami kendala untuk masuk ke jenjang SMP.
"Itu karena peraturan tersebut belum tersosialisasi di jenjang SMP saja, dan saat ini sedang diproses. Tentu saja, jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak ini sangat berdampak positif bagi penyintas Talasemia, agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan," sanjungannya.
Sementara, Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo mengakui, peraturan jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak, tergolong baru. Namun pada dasarnya, Disdikbud tak mempermasalahkannya, yang terpenting adanya saling memahami antara pihak sekolah dengan orang tua penyintas.
"Saya tekankan bagi para orang tua siswa berkebutuhan khusus, memang tidak semua sekolah memiliki fasilitas atau guru yang bisa mengajar khusus disabilitas. Saya harapkan saling memahami saja," terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....