Daftar SPMB Jalur Prestasi Kesulitan, Wali Murid Datangi Posko Disdik
- 23 Jun 2026 21:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pendaftaran Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Kota Semarang Tahun 2026 resmi dibuka 22-26 Juni 2026. Posko aduan yang bertempat di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang dipadati ratusan wali murid atau orang tua yang mengalami kendala saat mendaftarkan anaknya di sistem SPMB.
Pada hari pertama, jumlah antrean yang mendatangi posko aduan tersebut mencapai 300 orang. Aula kantor Disdik yang dijadikan posko aduan pun dipenuhi para orang tua yang datang membawa masalah.
Salah satu calon wali murid, Aya mengaku sempat mengalami kendala saat mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi. Data prestasi yang sebelumnya telah terverifikasi di aplikasi Sang Juara tidak otomatis muncul dalam sistem jurnal SPMB.
"Sudah diinput di Sang Juara, sudah terverifikasi. Tapi ketika diinput datanya di jurnal SPMB tidak muncul. Makanya saya ke posko aduan untuk menanyakan hal itu,"katanya.
Usai dilakukan input ulang di posko pengaduan, proses pendaftaran akhirnya dapat diselesaikan. Aya mendaftarkan anaknya ke SMPN 21 Semarang melalui jalur prestasi dengan bekal prestasi Juara III Siaga tingkat kecamatan serta penghargaan Pramuka Garuda Siaga.
"Sudah selesai masalahnya, tadi di posko aduan datanya diinput ulang. Anak saya sudah bisa daftar di SMPN 21 Semarang," katanya. Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan, jumlah lulusan SD Negeri tahun 2026 mencapai 21.027 anak.
Adapun, total kuota yang tersedia di SPMB SMP hanya 15.366 kursi.hanya mampu mengakomodasi sekitar 73 persen lulusan SD di Kota Semarang. "Tapi untuk lulusan MI kami tidak memiliki data, saya rasa jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP Negeri masih proporsional karena masih ada sekolah swasta berbayar yang juga siap menerima calon murid dari lulusan-lulusan SD itu," katanya, Selasa 23 Juni 2026.
Sekolah swasta, kata dia, merupakan mitra pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan. Menurut jumlah lulusan yang tidak seimbang dengan daya tampung tidak menjadi masalah besar. "Sekolah negeri (SMP) tidak bisa menampung semua lulusan SD negeri dan SD swasta. Kalau nanti semua tertampung di negeri, sekolah swastanya yang sekolah siapa," sambungnya.
Menurut dia, kuota penerimaan SPMB SMP 2026 dibagi melalui empat jalur seleksi. Jalur domisili menjadi yang terbesar dengan alokasi 40 persen, sementara jalur prestasi dan afirmasi masing-masing 25 persen dan jalur mutasi hanya 5 persen.
Ia menjelaskan, jalur afirmasi menjadi instrumen untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan gratis. Nantinya jika tidak diterima di sekolah negeri, mereka masih memiliki kesempatan masuk sekolah swasta gratis yang tahun ini sudah terintegrasi dengan sistem SPMB.
Adapun, pola serupa telah diterapkan pada SPMB jenjang SD dan seluruh calon murid dari keluarga kurang mampu sudah tertampung semua baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta gratis. "Kami ingin memastikan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu itu mendapatkan layanan pendidikan gratis. Untuk sementara ini data yang masuk sudah ada 12.000 siswa sudah daftar di sistem SPMB," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....