Dulu Sepi Peminat, Kini SMP Pinggiran di Kudus Kebanjiran Murid Baru
- 09 Jul 2026 18:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Sejumlah SMP negeri di wilayah pinggiran Kabupaten Kudus mencatat peningkatan jumlah murid baru pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang sebelumnya kesulitan memenuhi kuota kini berhasil mengisi rombongan belajar(rombel), bahkan ada yang menolak pendaftar.
Salah satu sekolah yang mengalami peningkatan adalah SMP Negeri 4 Bae di Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Tahun ini sekolah tersebut berhasil memenuhi tujuh rombongan belajar dengan total 224 murid baru.
Humas SMP Negeri 4 Bae, Noor Puji Astuti menjelaskan, tahun ini sekolahnya mengajukan tujuh rombel karena memang kelulusan siswa kelas 9 ada sebanyak tujuh rombel. Menurutnya, selama ini kami selalu kekurangan siswa baru dan kuota tidak pernah terpenuhi karena ada delapan rombel.
“Tahun ini kami hanya membuka tujuh rombel. Dengan jumlah siswa kelas tujuh per kelas sebanyak 32 anak," ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Kondisi serupa juga dialami SMP Negeri 3 Dawe yang berada di kawasan lereng Muria. Sekolah tersebut berhasil memenuhi kuota dua rombongan belajar dengan total 64 murid baru.
"Alhamdulillah sekolah kami tahun ajaran baru ini sudah memenuhi kuota dengan jumlah calon siswa baru sebanyak 64 anak. Bahkan kami harus menolak banyak anak karena kuota sudah terpenuhi," ujar Kepala SMP Negeri 3 Dawe, Etik Dwi Aprili Yanti.
Etik mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah murid baru hanya berkisar 44 hingga 45 orang. Berbagai kegiatan lomba yang digelar sekolah dinilai menjadi salah satu daya tarik bagi calon murid.
"Berbagai kegiatan lomba yang sering kita adakan menjadi salah satu daya tarik orang tua menyekolahkan anaknya di SMP 3 Dawe. Para siswa baru ini ada yang berasal dari Desa Kuwukan, Tergo bahkan dari Gembong Pati," tuturnya.
Sementara itu, SMP Satu Atap Wonosoco, Kecamatan Undaan, juga mencatat peningkatan jumlah murid baru dibanding tahun lalu. Tahun ini sekolah menerima 18 murid, sedangkan tahun sebelumnya hanya memperoleh 10 murid.
"Tahun ini kami mendapatkan siswa baru sebanyak 18 anak. Mereka berasal dari Desa Wonosoco 6 anak, Desa Kutuk 4 anak, Desa Berugenjang 1 anak, lalu 7 anak dari SD 3 dan SD 4 Kalirejo," kata Kepala SMP Satu Atap Wonosoco, Sri Yulia Permana.
Menurut Yulia, peningkatan jumlah murid tidak lepas dari sosialisasi yang dilakukan ke sejumlah sekolah dasar di sekitar wilayah Wonosoco. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan sekolah sekaligus menjaring calon peserta didik baru dari desa-desa sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....