Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Menengat Atas 43 Magelang Hanya Terima 30 Siswa
- 23 Jun 2026 15:59 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 Magelang
- Open House SRMA 43 Magelang
- Tahun Ajaran 2026/2027
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Daya tampung penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 Magelang pada Tahun Ajaran 2026/2027 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2025-2026 atau angkatan pertama, jumlah siswanya sebanyak 120 orang, sedangkan di tahun ajaran baru ini hanya 30 orang saja.
“Penerimaan siswa baru di SRMA 43 Magelang ini tidak dilakukan pada sekolah umumnya. Seleksi sepenuhnya dilakukan Kementertian Sosial dan dinas sosial dan pihak terkait,” kata Kepala SRMA 45 Magelang, Sri Redjeki di sela-sela Open House SRMA 43 Magelang, bertepatan dengan kenaikan kelas peserta didik, Senin, 22 Juni 2026.
Sri Redjeki mengatakan, penerimaan siswa baru di SRMA 45 Magelang tersebut juga berbasis data keluarga desil 1 dan desil 2. Siswa yang bersekolah di SRMA 45 Magelang tersebut benar-benar dari keluarga yang membutuhkan da nada kemauan dari siswa untuk melanjutktan sekolah.
Menurutnya, terbatasnya jumlah peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini dikarenakan keterbatasan fasilitas membuat sekolah belum bisa menampung lebih banyak peserta didik baru. Kondisi tersebut terjadi karena SRMA 43 Magelang masih menunggu pembangunan lokasi permanen dan kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di kompleks Sentra Antasena Salaman sejak beroperasi pada Juli 2025 lalu.
Meskipun belum memiliki gedung permanen, SRMA 43 telah menunjukkan perubahan signifikan pada para siswanya, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Berdasarkan hasil pengukuran, sekitar 80 persen siswa memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata, bahkan 10 persen di antaranya masuk kategori superior dan 10 persennya di bawah rata-rata.
“Meskipun demikian,sekolah tetap menerapkan prinsip inklusi. Siswa dengan kemampuan di bawah rata-rata tetap mendapatkan pendampingan penuh, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari di asrama,”katanya.
Pelaksana Harian(Plh.) Sekda Kabupaten Magelang, David Rudianto mengatakan, Pemkab Magelang terus mendorong percepatan proses lahan SRMA 43 di Kecamatan Kaliangkrik. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan SRMA 43 di Kecamatan Kaliangkrik, hingga saat ini masih di tangan Kementerian Kehutanan.
Selain itu, dari Dinas Sosial juga telah mengurus alih fungsi lahan tersebut. “Selain proses alih fungsi lahan untuk SRMA 43 di Kaliangkrik, Pemkab Magelang juga tengah fokus membenahi fasilitas Sekolah Rakyat di Kecamatan Tegalrejo yang menggunakan bangunan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paming Praja Tegalrejo,” katanya.
Ia menjelaskan, nantinya bangunan Pusdiklat yang digunakan SRMA 15 Magelang akan direhabilitasi. “Agar lebih layak dan untuk asrama,”kata David.
Sementara itu, salah satu siswa SRMA 43 Magelang , Usman Ardiansyah mengatakan, selama satu tahun mengikuti kegiatan belajar-mengajar di SRMA 43 Magelang, dirinya sangat terbantu dalam pembiayaan sekolahan yang gratis. “Terlebih bapak saya tidak bekerja karena sakit, dan ibu hanya sebagai buruh," katanya.
Selain mendapatkan ilmu pengetahuan melalui mata pelajaran, para siswa juga diberikan bekal wisausaha. Salah satunya ilmu tentang membuat batik, yang mana satu siswa harus bisa menyelesaikan satu lembar kain batik. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....