Seleksi Beasiswa Santri Jateng Ketat- Transparan, Wagub: Jangan Harap Lolos Titipan

  • 21 Jun 2026 00:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID,Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan proses seleksi program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 berjalan secara ketat, objektif, dan transparan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam penentuan penerima beasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri acara Andalusia Bershalawat di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jumat 19 Juni 2026. Ia menegaskan seluruh peserta harus mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, proses seleksi melibatkan berbagai unsur independen mulai dari ulama, pengelola pondok pesantren, hingga akademisi. Bahkan, salah satu materi seleksi dilakukan melalui pembacaan kitab kuning untuk mengukur kapasitas dan kompetensi para peserta.

“Jadi jangan berharap nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka,” ujar Taj Yasin.

Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang sangat tinggi. Hingga saat ini, lebih dari 800 santri telah mendaftarkan diri melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni.

Untuk program beasiswa luar negeri, masa pendaftaran telah ditutup pada 13 Juni 2026 dan kini memasuki tahap seleksi hingga 4 Juli 2026. Sementara itu, pendaftaran beasiswa S1 dalam negeri masih dibuka sampai 10 Juli 2026 dengan jadwal seleksi berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Taj Yasin mengatakan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah. Melalui program tersebut, kalangan santri diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Taj Yasin juga menyerahkan tali asih atau bisyaroh kepada 18 santri penghafal Al-Quran dari Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet. Pemberian penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang berkomitmen menghafalkan Al-Quran di pondok pesantren di Jawa Tengah.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi para santri untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun keagamaan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....