Pemkot Semarang Didorong Kembangkan Pariwisata Pantai

  • 19 Jun 2026 17:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang di dorong untuk segera merealisasi pengembangan wisata pantai, sehingga menjadi magnet bagi kunjungan wisatawan. Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Bersama DPRD Kota Semarang dengan tajuk "Mengembangkan Potensi Wisata Pantai di Kota Semarang" di Hotel Quest Plampitan, Kamis 18 Juni 2026.

Pilus sapaanya mengatakan, pembenahan bisa dilakukan mulai dari pembenahan infrastruktur pendukung objek wisata di kawasan pantai, akses jalan masuk menuju lokasi. Selain itu juga penambahan fasilitas maupun wahana destinasi yang bisa dinikmati pengunjung.

Ia menekankan, dari beberapa pantai yang di Kota Semarang, sebagian besar dimiliki swasta atau pihak ketiga. Hanya pantai Mangunharjo saja yang dimiliki pemerintah kota Semarang dan tiket masuknya gratis.

"Kalau pantai lainnya, pengunjung dikenakan tiket untuk masuk ke lokasi, seperti pantai Marina, pantai Tirang dan pantai Maron,"katanya. Menurutnya, antusias masyarakat terhadap keberadaan objek wisata pantai ini sangat tinggi.

Misalnya, saat ini jumlah pengunjung di pantai Mangunharjo, khususnya tiap akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu sore selalu ramai dipadati pengunjung. "Biasanya dimanfaatkan pedagang menggelar dagangan di sepanjang menuju akses lokasi pantai, disisi lain memang tempat yang dipakai pedagang tidak boleh dibangun permanen,"ujarnya.

Adapun desain pengembangan pantai Mangunharjo saat ini sudah dibuat oleh Bappeda. Bahkan ia mengaku desain yang dibuat sangat bagus, dan layak jika dibenahi seperti desain yang telah ada, sehingga bisa memberikan fasilitas dan sarana wisata pantai kepada semua lapisan masyarakat.

"Memang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mangkang merupakan aset provinsi Jawa Tengah, dan saat ini baru mendapatkan izin untuk menggunakannya, namun akan lebih baik lagi jika dihibahkan ke Pemerintah kota Semarang. Kalau sertifikatnya sudah dialihkan atas nama pemkot Semarang, akan lebih clear dan anggaran pengembangan wisata pantai bisa masuk ke sana. Sehingga Realisasinya saja yang perlu didorong, agar keinginan masyarakat, memiliki wisata pantai terwujud, memang sekarang ini ada tapi sebagian besar punya pihak ketiga," katanya.

Pihaknya telah mendorong Pemerintah Kota Semarang sejak lama untuk meningkatkan potensi di Mangunharjo dan pantai Tapak Tugu. Pasalnya akses jalan keduanya sudah ada, tinggal menambahkan wahana dan fasilitasnya. "Kan tinggal diseriusi atau tidak. Saya minta pemrintah dapat mewujudkan wisata pantai yang diidamkan masyarakat, pemerintah harus cepat tanggap,"ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menambahkan,

potensi wisata pantai besar, namun juga banyak tantangan banyak. Mulai dari aksesnya cukup sulit, pengoptimalan objeknya dan peran maayarakatnya sampai penguatan regulasi yang ada.

Disisi lain, ada investor yang mulai melirik seperti di kawasan Marina dengan POJ-nya. "Disana ada sarana edukasi, kuliner dan wisata belanjanya, karena ada mal yang baru saja diresmikan dan hotel bintang 4 juga akan dibangun disana,"tuturnya.

Sejumlah pantai lainnya, masih dipetakan potensi, pemanfaatan dan tantangan kedepan. "Seperti pantai Tirang, Maron, Mangunharjo. Dan kawasan Tanjung Emas yang tiap tahunnya ada puluhan kapal pesiar bersandar di sana. Ini meningkatkan kunjungan wisatawan di kota Semarang," katanya.

Pihaknya perlu dukungan semua pihak, akademisi, dewan dan masyarakat untuk bergerak bersama. "Sehingga tantangan yang cukup banyak bisa ditangani, seperti aspek lingkungan berupa abrasi, rob dan banjir, pengelolaan sampah, sampai akses menuju pantai tirang cukup sulit. Karena aset miliknya private, namun kami berupaya bersinergi dengan semua stake holder agar akses mudah dilalui pengunjung,"imbuhnya.

Sementara, Akademisi dari USM, Desika Nur Jannah menuturkan, peluang ekonomi dengan adanya pengembangan wisata pantai sebenarnya cukup besar. Tinggal mengkonsep pantai di kota Semarang sesuai dengan karakter pantai tersebut sehingga terus berkelanjutan.

"Misalnya dengan membuat seperti pariwisata minat khusus, seperti ekowisata, wisata mice bisa diaplikasikan untuk wisata pantai di Semarang mungkin bisa. Posisi pantai yang beda di Yogya, posisinya di bawah, dan ini terkenal dengan pasir coklat, dan berlumpur. Itu membuat kita semakin berpikir disini untuk dibuat pariwisata minat khusus,"katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....