Tak Semua SD Kebanjiran Murid, Ini Potret SPMB di Kudus
- 19 Jun 2026 14:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar di Kabupaten Kudus menunjukkan kondisi yang berbeda antarsekolah. Ada sekolah yang kebanjiran pendaftar, tetapi ada pula sekolah lain yang masih membuka pendaftaran karena kuota siswa baru belum terpenuhi.
Salah satu sekolah yang mengalami lonjakan peminat adalah SD 1 Barongan Kudus. Dari 119 pendaftar yang masuk pada masa pendaftaran 8-11 Juni 2026, sekolah tersebut hanya menerima 84 calon murid baru yang akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar.
Kepala SD 1 Barongan, Nurhadi, mengatakan tingginya minat masyarakat tidak lepas dari informasi yang banyak diakses orang tua melalui media sosial sekolah. Menurutnya, banyak orang tua yang aktif mengikuti perkembangan sekolah melalui akun Instagram resmi SD 1 Barongan.
“Antusias para orang tua siswa untuk mendaftarkan anaknya ke SD 1 Barongan memang sangat luar biasa, banyak orang tua yang melek medsos dan mengikuti IG sekolah kami. Ternyata banyak yang menduga bahwa SPMB SD akan dilaksanakan setelah pendaftaran SMP, padahal tahun ini dibalik, tidak seperti tahun lalu,” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.
Dari 84 calon murid yang diterima, sebanyak 6 anak berasal dari jalur domisili dan 26 anak berusia 7 tahun yang wajib diterima. Selebihnya merupakan calon murid berusia minimal enam setengah tahun yang mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan.
Nurhadi menegaskan sekolah tidak menerapkan tes membaca, menulis, dan berhitung dalam proses seleksi. Pihak sekolah lebih menitikberatkan pada kemampuan motorik anak melalui interaksi langsung serta wawancara dengan orang tua calon murid.
“Selebihnya adalah anak-anak yang berusia 6,5 tahun dan dalam seleksi ini kami tidak menggunakan tes calistung, tapi melihat kemampuan motorik mereka dengan mengajak anak untuk berinteraksi. Selain itu, kami juga ikut mewawancarai para orang tua calon murid untuk melihat keseriusan mereka dalam mensekolahkan anaknya ke SD 1 Barongan,” katanya.
Menurut Nurhadi, masih ada warga yang tinggal di sekitar sekolah namun memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain. Sebagian orang tua bahkan merasa minder terlebih dahulu untuk mendaftarkan anaknya ke SD 1 Barongan meski jarak rumah mereka sangat dekat.
Berbeda dengan SD 1 Barongan, SD Glantengan masih membuka pendaftaran siswa baru karena jumlah pendaftar belum memenuhi kuota. Hingga pertengahan Juni 2026, sekolah tersebut baru memperoleh enam calon murid baru.
Kepala SD Glantengan, Ade Irma Widhi Astuti, mengatakan pihaknya terus berupaya menarik minat masyarakat dengan berbagai cara. Selain melakukan sosialisasi melalui orang tua siswa dan pedagang sekitar sekolah, pihaknya juga memberikan kaos olahraga serta perlengkapan seragam secara gratis bagi murid baru.
“Kami tidak membatasi sampai kapan sekolah kami menutup pendaftaran karena sekolah kami masih butuh calon murid baru. Tahun lalu melalui pendaftaran, sekolah kami mendapat lima murid baru ditambah 1 murid baru lagi dari pindahan sekolah lain, mudah-mudahan tahun ini lebih banyak lagi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....