Jateng Kian Dilirik Investor, Puluhan Pengusaha Nasional Datang Studi Komparatif

  • 19 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Jawa Tengah semakin menarik perhatian kalangan pengusaha nasional sebagai daerah tujuan investasi dan pengembangan usaha. Hal itu terlihat dari kedatangan puluhan pengusaha dari berbagai daerah yang mengikuti studi komparatif untuk melihat langsung potensi bisnis di provinsi ini.

Sebanyak 49 pengusaha yang tergabung dalam kegiatan Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan di Jawa Tengah. Selain memperluas wawasan bisnis, mereka juga menjajaki peluang kolaborasi dan investasi di berbagai sektor.

Rombongan pengusaha tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis 18 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Luthfi memaparkan berbagai keunggulan Jawa Tengah yang membuat daerah ini semakin kompetitif di mata investor.

Menurutnya, iklim investasi yang kondusif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan pemerintah, kemudahan perizinan, serta ketersediaan infrastruktur dan kawasan industri menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha.

Data menunjukkan realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun. Pada triwulan I 2026, investasi telah menembus Rp23 triliun dan diperkuat tambahan sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal.

Pertumbuhan investasi tersebut didukung keberadaan sejumlah kawasan industri strategis yang tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang, Demak, dan daerah lainnya.

Tidak hanya itu, Jawa Tengah juga memiliki sekitar 4,93 juta unit usaha yang terdiri atas usaha besar, menengah, dan UMKM. Sebagian pelaku usaha tersebut bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara.

“Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” kata Ahmad Luthfi.

Pelopor kegiatan sekaligus pendamping rombongan pengusaha, Dahlan Iskan, menilai perkembangan Jawa Tengah saat ini sangat pesat dibandingkan beberapa tahun lalu. Kemajuan itu terlihat dari infrastruktur yang semakin baik serta tumbuhnya kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah.

Menurut Dahlan, kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. Faktor keamanan wilayah serta dukungan pemerintah juga menjadi alasan banyak investor menaruh kepercayaan pada Jawa Tengah.

Untuk melihat langsung keberhasilan dunia usaha di Jawa Tengah, para peserta diajak mengunjungi sejumlah perusahaan besar. Pada hari pertama, mereka mendatangi Halo BCA Semarang, pabrik mebel berorientasi ekspor, dan pabrik Polytron yang kini mengembangkan produksi sepeda motor listrik.

Kunjungan akan berlanjut ke PT Sido Muncul sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan bisnis para peserta. Dahlan berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang investasi baru di Jawa Tengah.

“Semuanya berkunjung ke Jawa Tengah, besok (jumat) ke Sido Muncul agar semakin dapat wawasan dan inspirasi bagaimana mengembangkan bisnis. Menurut pengamatan saya, para pebisnis atau pengusaha ini orang yang paling tangguh, ketika jatuh dan mengalami kesulitan ia akan bangkit lagi,” ujar Dahlan Iskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....