Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Jateng Minta Warga Tak Ragu Beri Data

  • 18 Jun 2026 13:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat memberikan data yang akurat dan jujur dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebab, kualitas data yang dihimpun akan menentukan ketepatan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi di Jawa Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, para kepala daerah, serta jajaran BPS se-Jawa Tengah.

“Berikan data semaksimal mungkin kepada teman-teman kita dari BPS. Data akan memberikan fakta,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, hasil sensus menjadi instrumen penting untuk memetakan kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Luthfi, pemerintah membutuhkan gambaran nyata mengenai aktivitas ekonomi masyarakat agar kebijakan yang diambil sesuai kebutuhan lapangan. Oleh karena itu, seluruh kepala daerah diminta ikut menyosialisasikan pentingnya sensus kepada masyarakat.

“Kita bisa memetakan daerah kita dan melihat gambaran ekonomi Jawa Tengah secara utuh. Pertumbuhan ekonomi harus berbasis data yang valid,” ujarnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah melibatkan 36.891 petugas yang akan bekerja hingga 31 Agustus 2026. Mereka bertugas mengumpulkan data dari berbagai sektor usaha, mulai dari usaha besar hingga usaha rumah tangga.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, tercatat hampir 5 juta unit usaha berada di provinsi Jawa Tengah atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia. “Kalau kita mendata di Jawa Tengah dengan sangat baik, artinya kita menyelesaikan setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia,” kata Sonny.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding pelaksanaan sebelumnya. Selain mendata pelaku usaha, sensus kali ini juga menjangkau aktivitas ekonomi rumah tangga yang semakin berkembang di era digital.

Menurut Sonny, banyak usaha saat ini dijalankan dari rumah dan dipasarkan melalui media sosial maupun platform digital. Aktivitas ekonomi seperti itu tidak dapat teridentifikasi tanpa pendataan langsung ke rumah-rumah warga.

BPS juga memastikan data yang dikumpulkan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Salah satu petugas sensus di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Anastasia Putri, mengatakan pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Sebelum mengajukan pertanyaan, petugas terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat sensus kepada warga.

Menurut Anastasia, tantangan yang sering ditemui di lapangan adalah keraguan sebagian warga untuk memberikan informasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, petugas terus memberikan edukasi bahwa seluruh data akan dilindungi dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memastikan keaslian petugas melalui surat tugas, surat rekomendasi pemerintah daerah, serta rompi khusus yang dikenakan selama bertugas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan pelaksanaan sensus berjalan lancar.

"Harapannya ke depan masyarakat lebih terbuka sama kita, karena ada undang-undangnya juga kan. Informasinya akan terlindungi,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....