Dzulhijjah Jadi Bulan Favorit Menikah, 849 Pasangan Resmi Menikah di Rembang

  • 18 Jun 2026 14:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang – Bulan Dzulhijjah masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk melangsungkan pernikahan. Selama Dzulhijjah 1447 Hijriah, Kementerian Agama Kabupaten Rembang mencatat sebanyak 849 pasangan resmi menikah, meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Data Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Rembang menunjukkan angka tersebut tercatat dalam rentang pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2026. Jumlah peristiwa nikah pada bulan haji itu meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan periode Januari hingga April 2026.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Rembang, Sarip, mengatakan Dzulhijjah sejak lama dipercaya masyarakat sebagai bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Karena itu, jumlah pasangan yang menikah pada bulan tersebut selalu mengalami peningkatan.

"Bulan Dzulhijjah memang menjadi pilihan atau bulan baik untuk melangsungkan pernikahan. Jumlahnya mencapai 849 pasangan atau 1.698 orang. Sementara pada Januari - April 2026, jumlah peristiwa nikah yang tercatat di KUA hanya sekitar 200-300 peristiwa," jelas Sarip.

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang, KUA Kecamatan Rembang mencatat jumlah peristiwa nikah tertinggi dengan 132 pasangan. Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kecamatan lainnya selama bulan Dzulhijjah.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sarang dengan 95 pasangan, disusul Kecamatan Sedan sebanyak 79 pasangan. Sementara Kecamatan Kragan mencatat 74 pasangan dan Kecamatan Lasem sebanyak 68 pasangan.

Kecamatan Pamotan juga mencatat angka cukup tinggi dengan 61 pasangan yang melangsungkan pernikahan. Tingginya angka tersebut menunjukkan tradisi menikah pada bulan Dzulhijjah masih kuat di berbagai wilayah Kabupaten Rembang.

Adapun kecamatan dengan jumlah peristiwa nikah di bawah 60 pasangan meliputi Sale dan Sumber yang masing-masing mencatat 54 pasangan. Kemudian Kecamatan Sluke dan Sulang masing-masing 41 pasangan.

Sementara itu, Kecamatan Bulu mencatat 38 pasangan, Kecamatan Gunem 35 pasangan, dan Kecamatan Pancur menjadi wilayah dengan jumlah peristiwa nikah paling sedikit, yakni 27 pasangan.

Kemenag Rembang menilai tingginya angka pernikahan pada bulan Dzulhijjah menunjukkan masyarakat masih memegang tradisi dan keyakinan memilih waktu yang dianggap baik untuk membangun rumah tangga. Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya aktivitas pelayanan pencatatan nikah di kantor-kantor urusan agama selama bulan haji. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....