Halo RRI: Warga Semarang Menanti Pembukaan Lintasan Atletik GOR Tri Lomba Juang

  • 31 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Rencana pembukaan kembali lintasan atletik di kawasan GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Mugas, Kota Semarang telah dinantikan masyarakat. Warga berharap fasilitas olahraga tersebut segera dapat digunakan kembali setelah sebelumnya sempat dibuka, namun kemudian kembali ditutup untuk perbaikan.

Penutupan lintasan atletik menjadi perhatian warga yang selama ini rutin memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berolahraga. Terlebih, GOR Tri Lomba Juang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk jalan kaki, jogging, hingga latihan lari karena memiliki lintasan yang datar dan nyaman.

Salah seorang warga Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Lia Dina, mengaku sempat datang ke GOR Tri Lomba Juang untuk berlari. Namun, setelah melihat pemberitahuan, ia mengetahui bahwa lintasan tersebut kembali ditutup.

“Enggak jadi, ternyata ditutup lagi. Kemarin sempat dibuka, cuma baru lihat pemberitahuannya ternyata ditutup lagi. Makanya enggak jadi lari di situ,” kata Lia saat ditemui Halo RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

Lia mengaku cukup sering memilih GOR Tri Lomba Juang sebagai lokasi olahraga. Menurutnya, keberadaan lintasan atletik membuat aktivitas lari menjadi lebih nyaman, sekaligus memungkinkan dirinya berolahraga bersama masyarakat lain yang memiliki aktivitas serupa.

“Lumayan sering lari di sini. Soalnya enak ada lintasan larinya,” ujarnya.

Ia berharap lintasan atletik tersebut dapat segera dibuka kembali setelah proses perbaikan selesai. Selain karena faktor kenyamanan, menurut Lia, suasana GOR Tri Lomba Juang yang ramai oleh warga juga membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan.

“Penginnya cepat dibuka saja, biar enak. Kalau lari di sini kelihatan banyak temannya, terus lintasan larinya rata dan datar, jadi lebih enak,” tuturnya.

Selama lintasan ditutup, Lia memilih berpindah lokasi untuk tetap menjaga aktivitas olahraganya. Salah satu tempat yang menjadi alternatif adalah kawasan Taman Indonesia Kaya. Jika tidak ke sana, ia memilih berjalan kaki di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Paling ke Taman Indonesia Kaya. Kalau enggak, ya jalan-jalan dekat rumah, sekitar rumah,” katanya.

Menurut Lia, perbaikan lintasan memang diperlukan karena sebelumnya terdapat sejumlah bagian permukaan yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan pengguna, terutama para pelari.

“Lintasannya itu rusak, banyak yang ngelupas-ngelupas. Kalau buat pelari memang cukup berbahaya, takutnya kesandung. Yang jalan kaki juga takut kesandung,” jelasnya.

Oleh karena itu, Lia menilai penutupan sementara untuk perbaikan merupakan langkah yang diperlukan. Namun, ia berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat kembali memiliki tempat olahraga yang aman dan nyaman.

Keberadaan lintasan atletik tersebut dinilai penting karena dapat menjadi ruang olahraga publik yang mudah dijangkau masyarakat. Tidak hanya atlet dan komunitas lari, warga umum juga memanfaatkannya untuk berjalan kaki dan menjaga kebugaran.

Masyarakat berharap setelah perbaikan rampung, pengelolaan dan pemeliharaan lintasan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, fasilitas olahraga tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa mengurangi faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Rencana pembukaan kembali lintasan atletik GOR Tri Lomba Juang pun terus dinantikan. Bagi warga seperti Lia Dina, dibukanya kembali fasilitas tersebut bukan sekadar soal tempat berlari, tetapi juga kesempatan untuk kembali menikmati aktivitas olahraga bersama masyarakat di ruang publik yang nyaman dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....