Jateng Genjot Pembangunan Jalan Penghubung Wonogiri-Jatim dan DIY Tahun Ini

  • 16 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pembangunan sejumlah ruas jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Wonogiri dengan Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan mulai dikerjakan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Kepastian tersebut menyusul tambahan anggaran yang digelontorkan Pemerintah Provinsi(Pemprov) Jawa Tengah melalui kebijakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) yang diterbitkan Gubernur Ahmad Luthfi.

Tambahan anggaran itu membuat alokasi pembangunan jalan provinsi di Wonogiri meningkat signifikan dari semula Rp9,4 miliar menjadi Rp42 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai enam paket pekerjaan di sejumlah ruas jalan prioritas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR_ Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan tambahan anggaran tersebut merupakan bagian dari alokasi Rp200 miliar yang disiapkan Pemprov Jateng untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, Wonogiri menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena kondisi sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan segera.

"Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunannya. Kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat," ujarnya usai mengecek ruas jalan Ngadirojo-Giriwoyo Wonogiri, Senin, 15 Juni 2026.

Salah satu ruas yang akan dibangun adalah Jalan Ngadirojo-Biting yang menjadi akses menuju perbatasan Jawa Timur. Jalur sepanjang sekitar 40 kilometer itu terhubung langsung dengan jaringan jalan utama di Kabupaten Ponorogo dan menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan di ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo melalui pekerjaan betonisasi dan pengaspalan dua lapis pada beberapa titik. Jalan sepanjang 37 kilometer tersebut menghubungkan Wonogiri dengan jalan nasional menuju Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Ruas strategis lain yang masuk dalam program pembangunan adalah Jalan Wonogiri-Manyaran-Blimbing yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan jalur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah.

Henggar menjelaskan, Wonogiri menjadi daerah dengan penurunan tingkat kemantapan jalan paling tinggi pada tahun 2026. Kondisi jalan mantap yang sebelumnya mencapai 92 persen kini turun menjadi sekitar 68 persen akibat faktor usia jalan, tingginya volume kendaraan, curah hujan, dan kondisi tanah yang labil.

Pembangunan akan segera dimulai pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Pemprov Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.

Sementara, Kepala Dinas DPUPR Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyambut baik tambahan anggaran tersebut. “Terima kasih pada Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dirawat bersama-sama," katanya.

Harapan serupa disampaikan warga Ngadirojo, Surya yang mengaku sering menjumpai jalan berlubang dan bergelombang di ruas Ngadirojo-Giriwoyo. Menurutnya, kondisi jalan selama ini kerap menyebabkan ban kendaraan bocor sehingga perbaikan jalan sangat dinantikan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....