Sempat Terkendala Penolakan Warga, Sensus Ekonomi 2026 di Pati Capai 48 Persen
- 15 Jul 2026 15:28 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Petugas Sensus sempat Terkendala Penolakan Warga
RRI.CO.ID, Pati – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pati telah mencapai 48 persen sejak dimulai pada pertengahan Juni lalu. Meski sempat menghadapi penolakan dari sebagian warga pada awal pelaksanaan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati menyebut antusiasme masyarakat kini terus meningkat seiring gencarnya sosialisasi.
Kepala BPS Kabupaten Pati, Yul Ismardani, mengatakan pendataan menyasar sekitar 643 ribu keluarga beserta pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Menurutnya, tantangan terbesar muncul pada pekan pertama hingga kedua saat masih banyak warga yang belum memahami tujuan sensus.
"Awalnya belum semua warga memahami tujuan sensus sehingga beberapa masih merasa takut menerima petugas. Seiring waktu berjalan, masyarakat mulai menerima dengan baik berkat sosialisasi media secara berkelanjutan," ujar Yul saat media gathering di Safin Hotel Pati, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain penolakan warga, petugas juga menemui kendala saat meminta izin memotret Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) untuk memperjelas data yang sulit terbaca. Namun, BPS memastikan proses tersebut dilakukan sesuai prosedur dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi masyarakat.
"Petugas wajib meminta izin terlebih dahulu sebelum memfoto dokumen demi memperjelas data yang sulit terbaca. Data tersebut langsung dihapus setelah dikonfirmasi karena petugas dilarang menyimpan data pribadi warga," ujarnya.
Untuk menyukseskan pendataan, BPS Kabupaten Pati menerjunkan 1.357 petugas yang disebar di 21 kecamatan dan 406 desa. Pendataan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan target seluruh keluarga dan pelaku usaha dapat terdata.
Yul menambahkan, hingga saat ini Kecamatan Pati menjadi wilayah dengan capaian pendataan terendah. Kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun Pati yang membutuhkan waktu lebih lama untuk didata.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat memperoleh data yang akurat mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Pati. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan serta pemetaan potensi ekonomi daerah di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....