Wali Kota Semarang: Sensus Ekonomi Tak Ada Kaitannya dengan Pajak
- 16 Jul 2026 21:03 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan penarikan atau pemutakhiran data pajak dan berjalan terpisah dari proses pembaruan data Bapenda.
- Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang hingga saat ini baru mencapai sekitar 38 persen capaian target yang memerlukan percepatan melalui koordinasi hingga tingkat RT dan RW.
- BPS menjamin seluruh data yang dihimpun petugas sensus langsung tersimpan dalam sistem dan dijamin kerahasiaannya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi pribadi dan usaha mereka.
RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan penarikan maupun pemutakhiran data pajak. Ia meminta masyarakat tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus karena seluruh data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya.
Penegasan tersebut disampaikan usai Agustina mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara langsung di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, Selasa, 14 Juli 2026. Ia berharap pengalamannya menjadi contoh bagi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus.
"Saya sudah ditanya-tanya banyak hal ya, dan lancar, enggak lama kok. Data kita dijamin kerahasiaannya," ujar Agustina.
Setelah mengikuti pendataan, Agustina memimpin Rapat Percepatan Sensus Ekonomi 2026 bersama Sekretaris Daerah, para asisten, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kota Semarang. Rapat tersebut membahas percepatan pendataan yang hingga kini baru mencapai sekitar 38 persen.
Menurut Agustina, masih beredar anggapan bahwa warga yang didatangi petugas sensus akan ikut diperiksa oleh petugas pajak. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar karena kedua kegiatan berjalan secara terpisah.
"Sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun, kalau ada kabar bahwa habis didatangi petugas sensus, kemudian didatangi petugas pajak, itu hanya berbarengan. Pemutakhiran data pajak oleh Bapenda sejak Mei merupakan proses pembaruan data yang berjalan terpisah dari Sensus Ekonomi," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan sensus, mulai dari keraguan warga memberikan data hingga sulitnya akses petugas ke kawasan perumahan elite dan kawasan industri. Untuk mempercepat capaian pendataan, Pemkot Semarang tengah mengkaji pemberian apresiasi bagi kecamatan dengan kinerja terbaik.
"Jangan takut ya, nanti kalau ada petugas sensus yang datang ke tempat warga. Mari kita dukung karena ini penting untuk mengambil kebijakan ekonomi pemerintah pusat," ucap Agustina.
Sebagai langkah percepatan, Agustina menginstruksikan seluruh camat memperkuat koordinasi hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW. Badan Pusat Statistik(BPS) juga memastikan seluruh data yang dihimpun petugas langsung tersimpan dalam sistem dan dijamin kerahasiaannya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengikuti Sensus Ekonomi 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....