Polisi Kendalikan Aksi Massa yang Sempat Menyalakan Api di Semarang
- 15 Jun 2026 19:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Aparat kepolisian mengambil langkah persuasif dan terukur saat aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar Koalisi Geram (Gerakan Rakyat Menggugat) Jawa Tengah di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin 15 Juni 2026, sempat diwarnai aksi pembakaran ban oleh sejumlah peserta.
Dalam pengamanan tersebut, Polrestabes Semarang bersama Polda Jawa Tengah, TNI, dan instansi terkait menerjunkan 2.352 personel gabungan. Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan petugas sejak awal mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal jalannya demonstrasi. Namun, ketika sebagian massa menyalakan api dengan membakar ban di area aksi, petugas segera melakukan langkah pengamanan guna mencegah risiko yang lebih besar.
"Petugas Polrestabes Semarang langsung mengambil langkah kepolisian yang diperlukan dengan menggunakan alat pemadam yang telah disiapkan di lokasi. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan peserta aksi, petugas, maupun masyarakat pengguna jalan," ujar Kompol Riki.
Menurutnya, proses pemadaman dilakukan secara cepat dan tanpa menimbulkan gesekan dengan peserta aksi. Aparat juga terus berkoordinasi dengan koordinator lapangan agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung sesuai aturan dan tidak membahayakan keselamatan publik.
Setelah api berhasil dipadamkan, situasi di lokasi kembali terkendali. Massa aksi melanjutkan penyampaian aspirasi di bawah pengawasan petugas gabungan yang berjaga di sejumlah titik sekitar kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Kompol Riki menegaskan Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin undang-undang. Namun, setiap bentuk penyampaian aspirasi harus tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan ketertiban bersama.
"Alhamdulillah situasi tetap aman dan kondusif. Kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung hingga selesai dengan pengamanan dari personel gabungan," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada peserta aksi untuk menjaga ketertiban, menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan, serta mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi.
Berkat koordinasi antara aparat keamanan, koordinator aksi, dan seluruh pihak terkait, rangkaian demonstrasi yang sempat diwarnai pembakaran ban tersebut akhirnya berakhir dengan tertib. Massa secara bertahap membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya, sementara arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Jalan Pahlawan kembali berjalan normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....