Tanamkan Mental Wirausaha, SMPN 9 Semarang Gelar Juragan Kecil
- 09 Jun 2026 21:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Menanamkan jiwa wirausaha sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak di bangku sekolah menjadi langkah penting untuk mencetak generasi yang mandiri dan produktif. Guna mewujudkan hal tersebut, SMP Negeri 9 Kota Semarang menggelar kegiatan bertajuk Juragan Kecil atau Jualan Rame-Rame Kelola Cipta Lingkungan di halaman sekolah setempat.
Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari para siswa maupun orang tua ini diikuti oleh 305 siswa kelas 9, sebagai bagian dari rangkaian acara pelepasan siswa. Rangkaian acaranya meliputi bazar kuliner yang dikelola langsung oleh para murid, lomba goresan tangan untuk majalah dinding, hingga praktik pengolahan limbah menjadi kerajinan bernilai ekonomis.
Kepala SMP Negeri 9 Semarang, Sawukir menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan kompetensi dasar sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Menjual produk-produk yang mereka siapkan itu suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh anak sejak awal.
"Hal ini diterapkan di SMP 9 sehingga anak-anak sejak awal sudah mulai oh begini toh caranya menjual, begini cara mempromosikan, begini cara berkomunikasi dengan masyarakat dengan pembeli, seperti itu," ujarnya. Selain berfokus pada pelatihan kewirausahaan, kegiatan ini juga tetap mengedepankan prinsip kebersihan sejalan dengan status SMPN 9 Semarang sebagai sekolah Adiwiyata.
Meskipun pembatasan penggunaan plastik untuk kemasan minuman masih menjadi tantangan, pihak sekolah memastikan penanganan sampah usai acara dilakukan secara disiplin. "Jualane selesai, sampah-sampah tuh akan dipilah karena memang di sekolah kita ini kan sudah Adiwiyata," ungkap Sawukir menjelaskan prosedur penanganan limbah acara.
Ia menilai memang agak sulit ketika jualan plastiknya harus dibatasi, saya belum menemukan cara yang paling efektif untuk tidak menggunakan plastik terutama yang es-es itu belum bisa, tapi nanti pengeluarannya adalah setelah selesai, sampah akan dikumpulkan, dipilah dan juga yang masih bisa digunakan akan diolah untuk bantuan peran yang lain."
Acara yang didukung penuh oleh komite sekolah ini tidak hanya menjadi ajang praktik wirausaha, tetapi juga menyediakan ruang bagi siswa untuk memberikan refleksi pembelajaran. Hasil evaluasi tersebut kemudian direkap dan diserahkan kepada pihak guru sebagai bahan perbaikan demi mewujudkan visi dan misi sekolah.
Sebagai penutup kemeriahan rangkaian pelepasan siswa tahun ini, pihak sekolah turut memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang berprestasi. Penghargaan tersebut diserahkan kepada para siswa yang berhasil meraih peringkat satu hingga sepuluh dari berbagai mata pelajaran. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....