Arus Pencari Kerja dari Luar Daerah Jadi Tantangan Tekan Pengangguran di Semarang
- 03 Jul 2026 17:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Upaya Pemerintah Kota Semarang menekan angka pengangguran menghadapi tantangan besar karena tingginya arus pencari kerja dari luar daerah yang datang ke ibu kota Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat angka pengangguran di Kota Semarang relatif sulit turun meski berbagai program penyerapan tenaga kerja terus dijalankan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno, mengatakan jumlah pengangguran di Kota Semarang saat ini sekitar 55 ribu jiwa. Namun, angka tersebut turut dipengaruhi oleh banyaknya lulusan dari berbagai daerah yang datang ke Semarang untuk mencari pekerjaan.
"Pengangguran di Semarang sulit turun banyak karena setiap orang yang lulus dari daerah-daerah larinya ke Semarang. Sementara kami mengentaskan warga Semarang bekerja, di sisi lain pencari kerja dari luar daerah terus datang dan tercatat dalam survei sebagai pengangguran," ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.
Menurut Sutrisno, sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Jawa Tengah, Kota Semarang menjadi tujuan utama masyarakat untuk mencari pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya menyalurkan tenaga kerja lokal, tetapi juga menghadapi masuknya pencari kerja baru setiap tahun.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Semarang meningkatkan anggaran pelatihan kerja dari sekitar Rp200 juta menjadi lebih dari Rp1 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperluas pelatihan bagi calon wirausaha maupun tenaga kerja yang siap masuk ke dunia industri.
Selain itu, Disnaker Kota Semarang secara rutin menggelar rekrutmen tenaga kerja setiap Rabu dan Kamis. Program yang telah berjalan selama empat tahun itu mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung sehingga proses seleksi dapat dilakukan lebih cepat.
"Setiap Rabu dan Kamis kami membuka rekrutmen. Ini menjadi salah satu upaya kami mengurai angka pengangguran dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," katanya.
Ke depan, Disnaker juga akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan sesuai kompetensi yang dibutuhkan diharapkan dapat langsung direkrut oleh perusahaan.
Di sisi lain, Pemkot Semarang terus menjaga iklim investasi agar industri tetap berkembang dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dukungan juga diberikan melalui pengembangan layanan transportasi menuju kawasan industri guna memudahkan mobilitas para pekerja.
Sutrisno menegaskan, Disnaker akan terus memperkuat pelatihan, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka pengangguran meski Kota Semarang terus menjadi tujuan utama pencari kerja dari berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....