Keluarga ASIK Kudus Membangun Kesadaran Pilah Sampah di Tingkat Keluarga

  • 09 Jun 2026 16:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Pelaksanaan Lomba Keluarga ASIK (Apik dan Resik) Kabupaten Kudus 2026 resmi mencapai puncaknya. Bukan sekadar ajang kompetisi, iniasi ini digerakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dengan menggandeng Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Hal itu menjadi sarana edukasi membangun standar baru peradaban lingkungan yang dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Melalui payung gerakan Kudus ASIK, rangkaian program edukatif pengelolaan sampah berkalanjutan digelar secara daring sejak Desember 2025.

Aksi kolaboratif Pemkab Kudus dan BLDF ini, diawali dengan sosialisasi kepada 150 kader PKK yang berfokus pada upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Dengan melalui penguatan peran ibu sebagai penggerak utama. Selanjutnya, pada Januari, BLDF turut memfasilitasi empat kelas pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam pengelolaan sampah.

Adapun kegiatan Keluarga ASIK merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh partisipan elemen masyarakat yang tidak hanya menyosialisasikan pesan urgensi pengelolaan sampah secara konsisten, tetapi juga menerapkan langkah-langkah sederhana. Seperti memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Dari keseluruhan partisipasi, 16 pemenang terpilih melalui penilaian intensif pada 27–30 April. Nominasi ini terdiri atas 8 kelompok kategori Rintisan Baru dan 8 kelompok kategori Eksisting dan berhak maju ke tahapan verifikasi lapangan (field verification).

“Kami meyakini bahwa keluarga merupakan fondasi utama dari pembentukan karakter bagi generasi mendatang. Kesuksesan akan perubahan perilaku di tingkat keluarga juga tidak lepas dari peran dan ketulusan seorang Ibu,” ujar Director - Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara.

Menurut dia, hal inilah yang menjadi penyemangatnya untuk berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang tidak hanya edukatif, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Lebih dari 56 konten yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti, keluarga, RT, RW hingga kelurahan terdaftar. Yang merupakan tanda antusiasme dan kepeduluan yang besar dari masyarakat Kudus,

Pada kesempatan yang sama, BLDF meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus. Peta ini memuat 525 lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan sampah, khususnya organik. Dari sisi operasional, 10 armada bertugas menjemput sampah yang telah terkumpul setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, 1 armada mampu mengangkut 70–120 tong sampah per hari dengan operasional pada pukul 07.00–15.00 WIB.

Armada tersebut melayani sejumlah lokasi dengan jarak yang bervariasi, mulai dari titik terdekat hingga lokasi terjauh yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum. Jangkauan layanan ini memungkinkan sampah yang terkumpul di berbagai wilayah dapat diangkut secara rutin untuk selanjutnya diproses di fasilitas pengolahan.

Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada sambutannya memberikan apresiasi atas upaya BLDF yang terus mendukung komitmen Pemkab Kudus. Yakni dalam mewujudkan kota yang lebih asri dan berkelanjutan melalui beragam aksi kolaboratif yang telah dijalankan.

Ia menjelaskan, rangkaian inisiasi ini merupakan langkah kreatif yang patut dibanggakan bersama. Atas nama Pemkab Kudus, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang turut serta. Pencapaian ini juga merupakan hasil kolaborasi yang tepat sasaran bersama Djarum Foundation, khususnya dalam pelestarian lingkungan di Kudus.

"Kegiatan hari ini tidak hanya tentang menyebarluaskan pemahaman pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, apresiasi dalam Lomba Keluarga ASIK tidak hanya ditujukan bagi pemenang. Keberhasilan gerakan ini pun tidak terlepas dari peran semua ekosistem yang terus bekerja secara konsisten, mulai dari OPD tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat. (RK)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....